Peduli Sesama, PPD Bantu Puluhan Anak Operasi Bibir Sumbing

  • Whatsapp
(FOTO: KM/ IST) INSPIRATIF: Ketua Pemuda Perempuan Desa (PPD) Halimatus Sakdiyah saat bersama penderita bibir sumbing.

KABARMADURA.ID – Bermanfaat bagi orang lain. Begitulah prinsip dari dan tujuan utama dari didirikannya komunitas pemuda perempuan desa (PPD). Yang dilakukannya adalah membantu kaum terbatas.

ALI WAFA, PAMEKASAN

Bacaan Lainnya

Pemuda Perempuan Desa (PPD) merupakan komunitas perempuan yang berdiri atas panggilan hati mana kala melihat  banyak kaum yang membutuhkan uluran tangan. Mereka berjibaku membantu mengeluarkan kaum yang membutuhkan tersebut dari keterbatasan.

Didirikan pada 2 Mei 2020 lalu, PPD belum genap setahun berdiri. Sedikitnya, hingga saat ini, komunitas ini hanya terdiri dari tujuh orang anggota. Kendati masih seumur jagung, PPD telah banyak mengalirkan manfaat.

Ketua PPD, Halimatus Sakdiyah menuturkan, sedari awal, PPD didirikan untuk menebar manfaat dan kasih sayang kepada sesama. Mereka berjibaku mencari orang-orang dengan keterbatasan fisik  dan ekonomi, kemudian membantu dan memberdayakannya.

“Terbentuknya PPD untuk menjawab persoalan  di tengah masyarakat yang tidak tersentuh,” tuturnya.

Mereka bersama-sama membantu para penyandang disabiltas. Mulai dari membantu memenuhi kebutuhan pokoknya, hingga memberikan fasilitas kesehatan. Di antara sejumlah fokus garapannya yaitu membantu para penderita bibir sumbing untuk mendapatkan layanan operasi gratis. Mereka mencari warga penderita bibir sumbing di seluruh Madura hingga masuk ke pelosok desa. Ssaat ini, 30 lebih penderita bibir sumbing yang telah mendapatkan operasi gratis.

Mereka mengumpulkan dana secara swadaya dan sukarela. Mereka mengumpulkan dana dengan patungan sebesar Rp50 ribu setiap bulan setiap anggota. Dana tersebut  dikumpulkan dii kas organisasi. Kemudian mereka belikan bahan kebutuhan pokok, lalu diberikan kepada orang-orang yang membutuhkan.

Dalam membantu penderita bibir sumbing, pihaknya menjalin kerja sama dengan sejumlah pihak. Mereka  mencari donatur untuk membantu para penderita bibir sumbing. Tidak lupa, mereka juga meminta bantuan kepada sejumlah dokter spesialis bedah agar melayani  secara gratis.

Sejumlah yayasan dan instansi digandeng agar bersedia bergerak bersama menebar kebaikan. Di antaranya yaitu Yayasan Dewikasih, Madura Idea dan Laziznu. Tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan pokok dan layanan kesehatan, mereka juga membantu anak-anak yatim dan berkebutuhan khusus agar mendapatkan pendidikan yang layak.

“Kami juga berupaya membantu mengembangkan potensi dan bakat mereka agar menemukan potensi dirinya untuk menunjang kehidupannya pada masa yang akan datang,” pungkas Halimatus Sakdiyah. (maf)

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *