oleh

Pegadaian Syariah di Sumenep tidak Merasakan Dampak Covid-19

KABARMADURA.ID, Sumenep -Mewabahnya Covid-19 di Kabupaten Sumenep tidak mempengaruhi jumlah transaksi masyarakat yang melakukan proses gadai per harinya. Terutama mengenai gadai barang berupa emas. Hal itu disampaikan oleh Pelaksana Tugas (PlT) Pimpinan Cabang (Pincab) Pegadaian Syariah Sumenep Sri Haliyah, Rabu (14/10/2020).

Dia mengaku menjelang akhir tahun tidak ada perubahan yang signifikan terhadap aktivitas di pegadaian, kapasitas nasabah per hari normal. “Kalau berdasarkan pencatatan kami, meskipun sudah ada Covid-19 tetap seperti biasanya, baik menggadaikan, memperpanjang, dan menebus sama, atau masih seimbang,” katanya.

Sementara untuk harta benda yang paling laku atau mendominasi dalam transaksi yang digadaikan mulai dari mobil, motor, ponsel, dan emas yang paling laku hingga mencapai 85 persen dibandingkan dengan barang lainnya.

“Apalagi masa musim panen tembakau seperti saat ini, maka mayoritas nasabah mulai menebusnya, meskipun sebagian ada yang masih memperpanjang. Namun hal itu memang sudah lumrah bukan dikarenakan ancaman mewabahnya Covid-19,” paparnya.

Sri menambahkan, stabilitas transaksi memang tidak menentu, terkadang lebih dari 100 orang namun tidak jarang juga hanya sekitar 50 orang. Tetapi jumlah tersebut memang hal yang biasa terjadi per tahunnya.

Termasuk peserta nasabah yang memang didominasi oleh masyarakat lokal dan kondusif dalam membayar angsurannya. “Terlebih sekarang itu musim pengantin jadi sudah banyak yang menebus, mungkin untuk dipakai ke acara-acara. Tapi setiap hari masih sama dengan bulan-bulan sebelumnya,” imbuhnya.

Dia kembali mengatakan, untuk emas yang menjadi jaminan, memang lebih mudah prosesnya, sehingga menjadi salah satu barang yang paling diminati transaksinya. “Kalau kami sih sifatnya umum, menerima apa saja, terpenting legalitasnya, jelas,” pungkasnya (ara/ito)

 

Komentar

News Feed