Pegawai Bank Tertular Covid-19 saat Survei Nasabah

  • Whatsapp
(FOTO: KM/IST) PENJEMPUTAN: Pasien Terinfeksi Covid-19 Nomor 23 di Bangkalan dijemput Tim Gugus Tugas Covid-19 Bangkalan, Sabtu (16/5/2020).

Kabarmadira.id/BANGKALAN-Sejak Jumat (15/5/2020) hingga Minggu (17/5/2020), terdapat tambahan empat pasien terinfeksi Covid-19 di Bangkalan. Sehingga total pasien yang terinfeksi Covid-19 di Bangkalan mencapai 24 orang.

Dari empat pasien tambahan, dua di antaranya berasal dari penularan keluarga yang sebelumnya sudah terinfeksi Covid-19.

Bacaan Lainnya

Pada Minggu pagi (17/5/2020), akumulasi pasien terinfeksi Covid-19 di Bangkalan masih berjumlah 23 orang, namun pada sorenya sekitar pukul 17.15 menjadi 24 orang. Semuanya berdasarkan hasil uji swab tenggorokan atau polymerase chain reaction (PCR).

Humas Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Bangkalan Agus Zein memaparkan, dua pasien yang dalam satu keluarga adalah pasien ke-21 berjenis kelamin perempuan, usia 55 tahun asal Desa Kejawan, Kecamatan Kamal.

Kronologinya, pasien ke-21 atau Pasien 21 merupakan ibu kandung dari Pasien 8 Bangkalan yang juga nenek dari Pasien 20 yang sebelumnya dinyatakan terinfeksi Covid-19.

Sebelumnya, Pasien 21 menjalani rapid tes pada 5 April 2020 dengan hasil reaktif. Keesokannya atau pada 6 April dilakukan PCR dan dirawat isolasi di Balai Diklat Bangkalan. Saat ini telah dirawat isolasi di RSUD Syamrabu Bangkalan.

Sementara Pasien 23 adalah seorang pria berusia 52 tahun asal Desa Labang. Dia merupakan anak dari Pasien 19 yang telah meninggal dunia. Pada 4 Mei lalu, menjalani rapid test bersama lima anggota keluarga lainnya dan hasilnya empat orang dinyatakan reaktif.

Kemudian pada 5 Mei dilakukan PCR, dan pada 16 Mei, Pasien 22 dinyatakan terinfeksi Covid-19. Malam harinya langsung dirujuk ke RSUD Syamrabu Bangkalan.

Sedangkan Pasien 23 adalah pria berusia 33 tahun asal Desa Kramat, Kecamatan Bangkalan. Dia merupakan seorang karyawan Bank Perkreditan Rakyat (BPR). Diduga dia tertular saat melakukan survei ke rumah seorang nasabah di Kecamatan Kamal.

Belakangan diketahui nasabah tersebut terkonfirmasi terinfeksi Covid-19. Seketika itu, Pasien 22 dirumahkan oleh kantornya walau tidak mengalami keluhan apapun atau berstatus orang tanpa gejala (OTG).

Pada 30 April, Pasien 23 melakukan rapid tes mandiri ke Rumah Sakit Unair Surabaya dengan hasil non reaktif. Untuk memastikan keyakinannya, dia melanjutkan pemeriksaan PCR ke RS Unair Surabaya.

Namun dia tetap melanjutkan perawatan isolasi mandiri di rumahnya. Kemudian pada 16 Mei hasil PCR menyatakan dia terinfeksi Covid-19. Kemudian dirujuk ke RSUD Syamrabu Bangkalan.

Pria yang juga menjabat sebagai kepala Dinas Informasi dan Komunikasi (Diskominfo) Bangkalan ini melanjutkan, hasil update per 17 Mei 2020 sore, ada penambahan satu pasien terinfeksi Covid-19.

Pasien yang teridentifikasi sebagai pasien ke-24 yang terinfeksi Covid-19 di Bangkalan ini adalah perempuan berusia 29 tahun. Sejauh ini, Gugus Tugas Covid-19 masih mendeteksi Pasien 24 ini berasal dari klaster pelayaran, belum ada rincian secara detail. Klaster pelayaran atau penularan dari para pelaut ini, jumlahnya tercatat paling dominan di Bangkalan.

Berdasarkan keterangan Agus Zein, walaupun tidak pernah bepergian ke luar kota, pasien  asal Desa Pendabah, Kecamatan Kamal ini bersuami mantan pekerja pelayaran di luar negeri yang saat ini berlayar antar pulau di dalam negeri.

Pada tanggal 3 Mei 2020  lalu, Pasien 24 melakukan pemeriksaan mandiri ke RSU Anna Medika Bangkalan karena mengalami keluhan pusing, kemudian dilakukan pemeriksaan laboratorium. Malamnya, sekitar pukul 20.00 dirujuk ke RSUD Syamrabu Bangkalan dan langsung dilakukan pemeriksaan rapid test dengan hasil reactif.

Sehingga ia ditetapkan sebagai PDP. Selain rapid tes, dia juga diambil spesimen untuk pemeriksaan PCR. Sambil menunggu hasil pemeriksaan PCR, Pasien 24 menjalani perwatan isolasi di RSUD Syamrabu Bangkalan.

“Hari Minggu tanggal 17 Mei 2020 hasil swab atau PCR keluar dan dia dinyatakan terinfeksi Covid-19,” tukasnya.

Terpisah, Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 RSUD Syamrabu Bangkalan dr Catur Budi memaparkan, bahwa kondisi tiga pasien tambahan sebelumnya hanya mengalami gejala ringan, yakni hanya batuk dan pilek. Sehingga, masuk dalam kategori orang tanpa gejala (OTG).

“Tidak ada yang punya riwayat penyakit bawaan baik pasien tambahan maupun pasien lama. Hanya kemarin 2 yang meninggal itu, pasien nomer 1 dari Blega dan pasien dari ke 19 Desa Keramat kemarin,” tandasnya. (ina/waw)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *