oleh

Pegiat Wisata Tuntut Tanggung Jawab atas Pencemaran Pantai Lombang

KABARMADURA.ID, Sumenep – Persoalan pencemaran limbah di Pantai Lombang terus menuai soritan. Kalangan pegiat wisata di Sumenep sangat geram dengan sikap pemerintah yang terkesan santai.

Pegiat Pariwisata Sumenep, Fadel Abu Aufa mengatakan, sikap pemerintah harus tegas dalam persoalan pencemaran limbah di Pantai Lombang. Sebab, pencemaran itu dipastikan akan berdampak pada matinya kegiatan pariwisata. Sebab, keindahan objek wisata akan sirna karena limbah dan wisatawan enggan berkunjung.

“Jelas orang yang berkunjung ke Pantai Lombang tidak bisa main air atau berenang karena sudah tercemar limbah,” tegasnya Rabu (5/11/2020).

Dia ingin masalah itu diselesaikan dalam waktu cepat dan mengungkap pihak yang harus bertangung jawab. Selain itu, demi menjaga ekosistem pantai, semua pengusaha tambak udang dan pemerintah harus duduk bersama untuk mencari solusi terbaik. Supaya limbah itu tidak mengganggu ekosistem pantai dan laut.

“Seharusnya, limbah yang dibuang ke laut atau pantai harus aman dan tidak mengancam ekosistem,” ujar dia

Dia menegaskan, dari awal dibangun, tambak di pintu masuk Pantai Lombang itu sidah diyakini akan mendatangkan masalah. Sehingga dia ingin agar pihak yang memberi izin usaha tambak udang ini juga harus diberi tindakan.

Diketahui, pihak yang berwenang mengurus izin tersebut, salah satunya adalah Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Sumenep.

“Jika tidak diberi izin, pengusaha tambak tidak mungkin melakukan kegiatan yang terlarang itu,” ujar dia.

Dia juga mencurigai ada kangkalikung antara pihak yang berwenang. Sebab, tidak mungkin tambak disekitar Lombang itu berdiri sendiri tanpa ada kesepakatan sebelumnya.

“Pihak pemberi izin ini yang harus menjadi persoalan, serta tim lainnya seperti Dinas Lingkungan Hidup (DLH),” tegasnya.

Dengan begitu, Satpol PP Sumenep didesak untuk segera bergegas menangani masalah tersebut.

“Jangan hanya mengurus yang lain. Dari saat ini memang harus ada tindakan,” tukasnya.

Menaggapi hal tersebut Kepala Bidang (Kabid) PerizinanDPMPTSP Sumenep Kukuh Agus Susyanto yakin bahwa semua tambak yang berizin termasuk di Pantai Lombang, tidak akanpernah mencemari lingkunagan. Sebab, semuanya dilakukan kajian yang matang. Tentunya bersama tim, salah satunya DLH dan OPD lainnya.

Namun dalam waktu dekat, dirinya akan berkoordinasi dengan Satpol PP dan DLH untuk menindaklanjuti masalah itu.

“Kalau permaslahan pencemaran, itu bukan hanya di Lombang, disekitar lain banyak, kami temukan tetapi yang tidak kantingi izin,” pungkasnya.(imd/waw)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Komentar

News Feed