oleh

Pekan Depan, 555 Lembaga Tingkat TK di Pamekasan Laksanakan PTM

KABARMADURA.ID, Pamekasan -Dinas Pendidikan (Disdik) Pamekasan  sudah melaksanakan pertemuan tatap muka (PTM) untuk tingkat sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP), namun untuk tingkat taman kanak-kanak (TK) sederajat akan dilaksanakan pada pekan depan, berdasar dari hasil evaluasi yang dilakukannya dalam penanganan Covid-19 di kabupaten berjuluk Gerbang Salam ini. 

Kepala Disdik Pamekasan Akhmad Zaini meyampaikan, kesiapan dari pelaksanaan PTM di tingkat untuk kesiapan dari 555 lembaga pendidikan tingkat TK sederajat sudah seratus persen. Tentunya dalam penyelenggaraannya harus sesuai dengan petunjuk pelaksanaan protokol kesehatan (prokes) Covid-19. 

“Sejauh ini sudah terkoordinasi dengan baik dengan berbagai kepala sekolah, dengan menggunakan protokol Covid-19, supaya dalam pelaksanaannya berjalan sesuai dengan harapan yang diinginkan,” paparnya, Senin (16/11/2020). 

Dijelaskannya, bagi siswa atau guru yang akan mengikuti PTM, jikalau dalam keadaan kurang sehat, dan badannya kurang fit, maka sebaiknya jangan mengikuti kegiatan PTM, untuk menjaga kondisi lingkungan sekolah agar tidak terinfeksi Covid-19.

“Butuh kerja sama dari setiap orangtua , sebab mereka lebih lama berkomunikasi dengan anaknya, yang tau kondisi anak-anaknya orangtua, kalau tidak sehat tidak usah masuk,” ulasnya. 

Untuk pelaksanaan PTM tingkat TK sederajat yang menerapkan 50 persen dari jumlah siswa, diharapkan bisa menggeliatkan kembali semangat mengasah pengetahuan di masing-masing bidang yang inginkan anak didik.

“Kami harapkan penyelenggaraan PTM bisa berjalan dengan lancar dan sukses,” tefgas Zaini. 

Sementara itu, Sekretaris Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Pamekasan Muksin ingin pelaksanaannya bisa menerapkan protokol Covid-19, utamanya para guru yang memberikan bimbingan kepada peserta didik, sebab intensitas didikannya sangat bersentuhan langsung.

“Kami harapkan pendampingan untuk untuk penerapan sesuai dengan protkes bisa terus digalakkan, jangan sampai ada klaster Covid-19 baru di pendidikan,”pungkasnya. (rul/bri/waw) 

Komentar

News Feed