Pekerja Gudang PT Garam Lembur Sampai Tengah Malam Tidak Dibayar

  • Whatsapp
(FOTO: KM/FATHOR RAHMAN) KECEWA: PT. Garam dinilai melanggar aturan dalam pemberian upah pekerja saat lembur.

KABARMADURA.ID | SAMPANG-Manajemen gudang PT. Garam di Desa Sejati, Kecamatan Camplong, Sampang, dinilai mengabaikan hak upah pekerja di Sampang. Pasalnya, nominal upah sejumlah tenaga harian lepas disebut tidak sesuai dengan aturan.

Akibatnya, banyak pekerja merasa dipaksa bekerja lembur setiap hari. Mereka hanya dibayar seperti tanpa lembur.

Bacaan Lainnya

“Kami hanya diberi uang Rp100 ribu per hari. Padahal kami bekerja lembur sampai tengah malam. Bayarannya hampir sama dengan bekerja siang hari, ” kata salah satu pekerja yang menolak namanya disebut.

Diungkapkan, pekerja mulai beraktivitas sejak pagi. Bahkan lemburnya hingga lewat tengah malam. Namun, hak mereka tidak utuh. Padahal biasanya uang lembur dibayar dua kali lipat dari bekerja siang hari.

Jika kinerja pekerja tidak sesuai keinginan PT Garam, kata dia, diancam dipecat. Bahkan mereka didatangi ke rumahnya jika tidak bisa masuk kerja. Sehingga, para pekerja merasa dipaksa kerja.

“Kami kecewa dengan PT. Garam. Mereka sepertinya sengaja tidak membuat kami betah. Terutama kepada kami pekerja yang berasal dari Desa Sejati. Padahal kami warga setempat dan sudah bekerja maksimal,” ungkapnya.

Kondisi itu menurut salah satu aktivis peduli buruh, Syamsudin, harus dikawal. Terutama mengenai pemberian uang upah yang tidak sesuai ketentuan. Menurutnya, pekerja PT. Garam harus dilindungi. Dia curiga, praktik itu sudah dilakukan sejak lama. Sehingga pekerja sangat dirugikan. Sebab sudah bekerja lebih, tapi bayaran tidak sesuai ketentuan.

“Kami akan mengawalnya. Hal ini perlu diungkap. Apakah upah lembur sedikit ini murni kebijakan PT. Garam atau ada oknum yang menyunat upah pekerja,” ucap Syamsudin.

Upah lembur kepada pegawai, kata Syamsudin, diatur di Undang-Undang Ketenagakerjaan maupun aturan PP Nomor 35 Tahun 2021.

“Pada lembur pertama, upah mereka sebesar 1,5 (satu setengah) dari bayaran harian. Pada lembur kedua, maka hak mereka akan bertambah dan seterusnya, ” jelasnya mengenai ketentuan besaran upah lembur pekerja.

Sedangkan di PP Nomor 35 Tahun 2021, jadwal lembur setiap hari diwajibkan tidak lebih dari empat jam. Jika lebih, menurutnya juga sudah melanggar. Sementara pada Undang-undang Ketenagakerjaan, lembur tidak lebih dari tiga jam sehari.

“PT. Garam harus bertanggung Jawab soal ini. Sehingga hak pekerja utuh. Apalagi PT. Garam adalah BUMN yang harus menjaga soal upah pekerja, ” tegasnya.

Sementara itu, Plan Manager Gudang Camplong, Anang Siswanto dan Humas PT. Garam Miftahul Arifin kompak enggan memberikan keterangan. Saat dikonfirmasi melalui nomor ponselnya, yang bersangkutan tidak menanggapi.

Reporter: Fathor Rahman

Redaktur: Wawan A. Husna

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *