Pekerjaan Fisik Tetap Dilanjutkan, Kontraktor Jamin Keselamatan Pekerja dari Covid-19

  • Whatsapp
(FOTO: KM/Razin) DIKERJAKAN: Gedung Disparbudpora sudah mulai dibongkar untuk persiapan pengerjaan gedung barunya.

Kabarmadura.id/Sumenep-Sejumlah proyek pembangunan fisik di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep selama masa wabah Covid-19, tetap dijalankan. Utamanya, proyek yang berada di bawah koordinasi Dinas Perumahan Rakyat Kawasan Permukiman dan Cipta Karya (DPRKP dan CK) Sumenep.

Terhadap dilanjutkannya proyek pembangunan tersebut, Kepala Bidang (Kabid) Penataan Bangunan dan Lingkungan, Hery Gushendrawan, kontraktor pelaksana sudah memberikan perlindungan kepada para pekerja agar terhindar dari penularan Covid-19.

Bacaan Lainnya

“Itu memang berdasarkan dari kementerian, untuk pengerjaan proyek di masa Covid-19, para pekerja diinstruksikan mengikuti protokol kesehatan, 10 orang ke 15 orang, itu pun harus jaga jarak juga. Tapi tidak mungkin mereka ngumpul kalau kerja,” ulas Hery kepada Kabar Madura, pada (7/5/2020).

Sejumlah proyek pembangunan fisik yang tetap dilanjutkan tersebut, yakni pembangunan eks rumdin guru, Rumah Sakit Arjasa, dan gedung Polres Sumenep. Kontraktor pelaksana proyeknya dibatasi dengan jumlah pekerja maksimal 15 orang.

Selain pembatasan jumlah pekerja, secara rutin, Hery menambahkan, para pekerja akan dilakukan tes suhu setiap hari atau setiap akan mulai bekerja.

“Termasuk para pihak yang terlibat seperti supir angkutan bahan material proyek juga akan secara konsisten dilakukan tes juga,” ulas Hery.

Pengerjaan proyek pembangunan fisik tersebut, dilaksanakan oleh pihak ketiga melalui proses lelang dengan sumber anggaran berasal dari anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD).

Selain pembangunan yang sudah berjalan tersebut,  pihak DPRK Sumenep juag sudah mulai melelang proyek pembangunan Pembangunan SMPN 3 Sumenep, gedung Hemodialisa RSUD Sumenep, interior VIP lounge gedung Sekretariat Daerah, renovasi masjid Pemkab Sumenep, pembangunan gedung Dinas PU Cipta Karya, dan pembangunan gedung Disparbudpora.

Sementara itu, Sekretaris Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumenep M Ramzi mengutarakan, semua proyek fisik harus dimaksimalkan untuk memperbaiki pelayanan kepada masyarakat. Tak kalah pentingnya adalah para pekerja harus juga diberikan fasilitas atau jaminan kesehatan, terlebih di masa wabah Covid-19.

“Jangan sampai karena mengejar target, kemudian mengabaikan keselamatan para pihak, utamanya pekerja. Kesehatan dan upaya mencegah penyebaran Covid-19 lebih luar adalah kepentingan bersama. Kami Komisi III selain akan mengawasi proses pembangunan, tentunya juga akan mengawasi sistem operasional kerja dari pihak mitra ketiga apakah sudah melindungi para pekerja,” ulas Ramzi. (ara/bri/waw)

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *