oleh

Pelabuhan Trunojoyo Kabupaten Sampang Perlu Pembenahan Fasilitas Untuk Menarik Perhatian Penumpang

KABARMADURA.ID, SAMPANG – Pelayanan penyeberangan Probolinggo menuju Pelabuhan Trunojoyo, Desa Taddan, Kabupaten Sampang kian meningkat. Bahkan, jadwal pelayanan trayek akan ditambah per tahun ini. Di tahun sebelumnya, kapal feri Dharma Kartika III seminggu sekali melakukan transportasi. Untuk tahun ini, jadwal akan ditambah menjadi lebih dari dua kali trayek. Penambahan trayek untuk melayani penumpang Madura – Probolinggo.

Pantauan Kabar Madura, beroperasinya Kapal Feri Dharma Kartika rutin melintas menurunkan penumpang di Pelabuhan yang kerap kali disebut Taddan. Namun jumlah penumpang masih sedikit. Rata-rata, penumpang pejalan kaki. Sebab, untuk kendaraan roda empat belum bisa melakukan bongkar muat di Pelabuhan Trunojoyo.

Trayek Probolinggo-Sampang ini sejalur dengan pelayanan trayek lainnya. Sebab, Kapal Feri Dharma Kartika tidak hanya singgah di Pelabuhan Taddan. Namun, juga menurunkan penumpang di beberapa lokasi lain. Seperti, pelabuhan Gili Ketapang, Gili Mandangin, dan Pelabuhan Branta, Pamekasan.

Kepala Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (KUPP) Branta Kabupaten Pamekasan, Edi Kuswanto membenarkan adanya penambahan jadwal. Hal itu, sudah diputuskan oleh Dinas Perhubungan (Dishub) Jawa Timur (Jatim). Kebijakan tersebut, untuk menarik minat penumpang lebih banyak setiap minggunya.

“Kami sempat lakukan komunikasi sepinya penumpang. Menyusul itu, ada kebijakan dari  Dinas Provinsi untuk menambah jadwal kunjungan setiap minggu. Tahun ini, minimal tiga kali kapal kunjungan bersandar disini,” paparnya, Kamis (14/01/2021).

Hanya saja, lanjut mantan Kepala Syahbandar Pelabuhan Telaga Biru, Tanjung Bumi Bangkalan itu mengaku, soal jadwal masih dalam pembahasan. Ditargetkan, jadwal yang ditetapkan sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Sehingga, jumlah penumpang bertambah. Menurutnya, banyak penumpang yang  menggunakan jalur transportasi laut.

Sebab perjalanannya lebih cepat tiga jam dibanding jalur darat. Selain itu, biayanya juga tergolong murah. Sehingga, sebagian warga sudah langganan menggunakan layanan penyeberangan laut. “Lewat jalur ini ombaknya tidak besar, karena bukan laut lepas. Selain itu, harganya sangat murah sekitar Rp5.900 setiap orang,” kata Edi Kuswanto.

Laki – laki yang sukses mengoperasikan tiga pelabuhan ini, mengaku masih perlu penambahan fasilitas. Menurutnya, sepinya penumpang akibat fasilitas yang belum lengkap. Seperti ruang tunggu penumpang dan dermaga pelengsengan. Sebab, dengan adanya fasilitas itu, semua jenis kendaraan bisa turun di Pelabuhan Taddan.

Selama ini diakui, kendaraan roda empat belum bisa turun di Pelabuhan Taddan. Selama ini, lanjut dia, kuantitas kapal yang muat bongkar di pelabuhan semakin bertambah. Setiap bulan, rata – rata 30 hingga 40 kapal. “Pelabuhan Trunojoyo merupakan pelabuhan paling strategis di Madura. Tahun depan, kami ada pembangunan dermaga pelengsengan untuk menambah kelengkapan fasilitas,” imbuhnya. (man/ito)

 

 

 

 

 

Komentar

News Feed