Pelaksanaan IHT, Disdik Sumenep Pasrahkan kepada Sekolah

  • Whatsapp
(FOTO: KM/MOH RAZIN) FOKUS: Pelatihan terhadap guru internal sekolah penggerak dengan tujuan ditularkan ke sekolah sekitar.

KABARMADURA.ID, SUMENEP -Tahapan-tahapan program sekolah penggerak sudah berjalan. Namun, beberapa hak guru belum terpenuhi. Sementara dari Dinas Pendidikan (Disdik) Sumenep tidak bisa berbuat banyak. Program tersebut dipasrahkan kepada lembaga yang menerima program sekolah penggerak tersebut.

Plt Kepala Disdik Sumenep Muhamad Iksan mengutarakan, tahapan pengembangan sekolah penggerak sudah berjalan, selain beberapa guru telah diikutkan diklat dan sudah melengkapi persyaratan sesuai petunjuk teknis (juknis).

Bacaan Lainnya

Sementara salah satunya yang harus dilengkapi sarana dan prasarana (sarpras), In House Training (IHT) dan untuk perbaikan sekolah. Itu semua menjadi beban sekolah terutama insentif guru yang ikut IHT.

“Sekolah bakal menerima dana dari pusat. Dan salah satunya untuk bayar guru yang ikut IHT diambilkan dari dana tersebut. Kalau kami tidak bisa mengintervensi termasuk besarannya,” kata Iksan.

Pelaksanaan IHT yang difasilitasi secara online itu setiap sekolah penggerak itu mengajukan beberapa perwakilan guru. Menurutnya, IHT itu bertujuan untuk meningkatkan kemampuan guru dan menularkan kepada sekolah sekitar yang juga diproyeksikan menjadi sekolah penggerak.

“Ya memang tidak ada patokan harga insentifnya, tetapi secara itung-itungan minimal lah Rp50 ribu per harinya. Lumrahnya saja, lebih tidak masalah. Sekolah sendiri yang menentukan insentifnya,” imbuh pria yang saat ini menjabat sebagai Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Sumenep itu.

Semula fasilitas sekolah penggerak untuk sekolah menengah pertama (SMP) akan mendapatkan bantuan hibah sebesar Rp175 juta tetapi di-refocusing menjadi Rp100 juta, untuk sekolah dasar (SD) semula Rp150 juta berkurang menjadi Rp70.

Sementara itu, salah satu guru Moh Malik mengatakan, meski tidak terlalu diharapkan, adanya insentif itu memang perlu kejelasan. Itu pelatihannya setiap hari dari pukul 08:00 hingga pukul 11.00 siang.

“Setiap pelatihan itu ada tugas-tugasnya, jadi hampir tidak bisa beraktivitas lain, ada penyampaian materi dari pagi sampai siang, ada tugas yang harus selesai sebelum jam 12 malam” papar dia. (ara/mam)

Anggaran Masing-Masing Sekolah Program Sekolah Penggerak

-Anggaran untuk SMP sebelumnya Rp175 juta menjadi Rp100 juta.

-Anggaran untuk SD sebelumnya Rp150 berkurang menjadi Rp70 juta.

-Insentif peserta dipasrahkan kepada kebijakan masing-masing sekolah.

-Hasil evaluasi bersama, masih banyak sekolah yang harus melengkapi sarana dan prasarana.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *