Pelaksanaan MTQ Jatim Tiadakan Pawai Ta’aruf dan Pameran

  • Whatsapp

KABARMADURA.ID;PAMEKASAN-Hasil rapat terakhir, Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) XXIX Jawa Timur dipastikan akan meniadakan pawai taaruf dan pameran. Panitia tidak akan membuka di satu tempat, melainkan membuka stan dari masing-masing venue.

Keputusan itu diambil setelah diadakan rapat antara Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan dengan 38 kabupaten dan kota se- Jawa Timur (Jatim).  Dalam rapat persiapan MTQ XXIX Jatim pada Rabu (29/9/2021) tersebut, juga didapatkan informasi bahwa semua kabupaten/kota di Jatim tidak akan absen.

Menurut Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kabar Kesra) Setdakab Pamekasan Halifaturrahman, setelah diputuskan MTQ ke-29 dilaksanakan secara offline pada 2 hingga 13 November 2021, kemudian dilanjutkan dengan rapat koordinasi.

Rapat itu juga untuk memberikan kesempatan kepada peserta di setiap daerah dalam mempersiapkan berbagai kebutuhan pada saat pelaksanaan lomba.

“Melalui rakor ini kami saling berbagi pemahaman, mencari masukan dari kabupaten/kota, agar pelaksanaan MTQ Jawa Timur di Pamekasan bisa berjalan lancar, karena beberapa masukan sangat berarti bagi kami,” paparnya saat rapat yang digelar di Hotel Front One, Pamekasan, Rabu (29/9/2021).

Selain semua kabupaten/kota se-Jatim dipastikan mengirim perwakilan, pelaksanaan perlombaan akan menggunakan standar protokol kesehatan (prokes) Covid-29 yang ketat. Termasuk meniadakan kegiatan pendukung yang bisa menimbulkan kerumunan, seperti pawai taaruf dan pameran yang biasanya dilakukan.

“Jadi di masing-masing venue kami sediakan standar untuk menyajikan produk-produk daerah, agar para usaha kecil menengah (UKM) dan industri kecil menengah (IKM), juga bisa mendapatkan berkah dari pelaksanaan MTQ,” jelas pria dengan sapaan Mamang ini.

Sedangkan perbedaan yang sangat mencolok dari pelaksanaan MTQ di Pamekasan dan Tuban, tegas Mamang, karena adanya Covid-19, sehingga berbagai kegiatannya dilakukan secara sangat terbatas. Demi mematuhi protkes, pelaksanaannya akan dipadukan secara daring dan luring.

Berdasar pantauan Kabar Madura, pada rapat tersebut juga disampaikan tentang kesiapan lokasi penginapan peserta, jadwal pelaksanaan, beberapa aturan lomba, lokasi tempat wisata dan lain hal yang berkaitan erat dengan pelaksanaan MTQ.

Harapannya dari berbagai kegiatan yang akan dilaksanakan bisa didukung penuh semua elemen masyarakat, karena adanya pagelaran event tingkat Jatim bisa berdampak positif terhadap berbagai pembangunan di Bumi Ratu Pamelingan, julukan Kabupaten Pamekasan.

“Dukungan dari semua pihak kami sangat dibutuhkan,”pungkas Mamang.

Reporter: Khoyrul Umam Syarif

Redaktur: Wawan A. Husna

 

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *