Pelaksanaan Pilkades Serentak di Kabupaten Bangkalan masih Simpang Siur

  • Whatsapp
(FOTO: KM/MOH. IMRON) PILKADES: Bakesbanpol Bangkalan, Bambang Setyawan meminta para calon kepala desa untuk mengkondisikan para pendukungnya agar tidak terjadi bentrok atau gesekan.

KABARMADURA.ID, Pamekasan – Pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak di Kabupaten Bangkalan tahun 2021 masih buram. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangkalan belum bisa menetapkan waktu pelaksanaanya, hal itu karena sampai saat ini masih menunggu keputusan dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).

“Pelaksanaan pilkades serentak masih menunggu dari Kemendagri, namun diperkirakan berlangsung di bulan Juni tahun depan. Sementara masa jabatan kepala desa rata-rata bulan Juli berakhir. Kita mempersiapkan antisipasinya dan perkembangannya dan personil keamanannya,” kata Wakil Bupati Bangkalan, Mohni.

Mantan Kepala Dinas Pendidikan Bangkalan Itu berharap, agar pada pelaksanaan pilkades berjalan sesuai dengan yang diharapkan bersama, yakni aman dan kondusif. Ditegaskannya, jika pemerintah tidak ingin mengintervensi calon-calon kepala desa yang ikut kontestan.

“Pemerintah dan tim yang lainnya berada di titik netral dan tidak berpihak kepada salah satu pasangan calon” jelasnya.

Terpisah Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbanpol) Bangkalan, Bambang Setyawan menuturkan, jika pelaksanaan pilkades diperkirakan di bulan Juni.

Diharapkannya, jika pemkab perlu mengantisipasi pengamanannya. Menurutnya kandidat calon dari yang petahana dan pihak calon dari luar kini sudah mulai bermunculan.

“Sehingga perlu diantisipasi dari sekarang bukan hanya pelaksanaannya saja. Kalau dari sekarang kita antisipasi, Insya Allah pelaksanaannya bisa berjalan dengan lancar, tadi kita rapatkan bersama dengan Polres, Kodim dan Satpol PP terus humas kita persiapkan,” tandasnya.

Pihaknya meminta agar para calon kepala Desa bisa minimalisir konflik antar pendukung. Bahkan ia berharap terkait keamanan pada saat pelaksanaan maupun pasca pelaksanaan para calon bisa mengkondisikan dan mengendalikan para pendukungnya.

“Kalau semua calon bisa mengkondisikan dan mengendalikan pendukungnya dan tidak tergantung kepada kami maka gesekan-gesekan itu sulit terjadi. Karena yang paling penting itu ada di para calon bukan ada di kami. Iya semoga nanti berjalan dengan lancar dan tentram,” tukasnya.

Berdasarkan catatan Kabar Madura bahwa diperkirakan ada 120 kepala desa yang berakhir masa jabatannya. Sesuai target awal pelaksanaan Pilkades bulan Juni 2021. Namun hal itu diperkirakan molor karena sampai saat ini belum ada penetapan dari Kemendagri maupun Pemkab setempat. (km57/mam)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *