Pelaku Cabul Asal Sampang Ditangkap di Bekasi

  • Whatsapp
(FOTO: KM/FATHOR RAHMAN)

KABARMADURA.ID, SAMPANG -Kepolisian Resort (Polres) Sampang, akhirnya berhasil menangkap terlapor kasus pencabulan di Bekasi Jawa Barat. Tersangka diamankan, setelah dilakukan pengintaian yang  cukup lama. Pelaku ditangkap oleh pasukan gabungan. Yakni Tim Resmob Polres Sampang yang dibantu kepolisian setempat.

“Kami sudah menetapkan pelaku dalam daftar pencarian orang (DPO). Sehingga kami berkoordinasi dengan kepolisian setempat. Alhamdulilah tersangka berhasil kami ketahui posisinya,” ungkap Kapolres Sampang AKBP Abdul Hafidz melalui Kasatreskrim AKP Sudaryanto, Minggu (26/9/2021).

Dia mengaku, sebelumnya polisi mendapatkan informasi tersangka sudah melarikan diri ke luar Madura. Bahkan disinyalir tersangka berada di Cimahi Jawa Barat. Namun, informasi belum valid akhirnya pasukan belum diberangkatkan. Sedangkan kepolisian terus mengembangkan pencarian. Sehingga terdeteksi tersangka berada di Bekasi.

Tidak lama, tim resmob langsung diberangkatkan. Sehingga, Sabtu malam tersangka diamankan dari tempat persembunyiannya. “Kami kembangkan pencarian di wilayah Jawa Barat. Meskipun pelacakan sulit dilakukan, dua nomor handphone milik tersangka tidak aktif. Namun kami tetap mencari posisinya dan akhirnya berhasil,” jelasnya.

Sebelumnya, salah satu ustad di salah satu lembaga pendidikan di Kecamatan Kedungdung diduga melakukan tindak pidana pencabulan. Korbannya masih dibawah umur. Orang tua korban sudah dua kali mendatangi Mapolres Sampang. Tapi pelaku tak kunjung ditangkap.

Terpisah, anggota Komisi IV DPRD Sampang Moh. Iqbal Fathoni meminta agar pelaku harus mempertanggung jawabkan perbuatannya. Sehingga menjadi efek jera. “Kami berharap polisi memberikan rasa adil kepada tersangka. Sehingga kasus ini tidak terulang lagi,” responnya.

Laki-laki yang akrab disapa Bung Fafan tersebut meminta pelaku yang merupakan salah satu tokoh masyarakat (tomas). Tapi proses hukum harus berjalan sesuai aturan. Sebab, kasus ini akan berdampak pada kepercayaan masyarakat ke lembaga pendidikan agama.

 

Reporter: Fathor Rahman

Redaktur: Totok Iswanto

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *