oleh

Pelaku Dilepas Satpolair Polres Bangkalan Diduga Kongkalikong

KABARMADURA.ID, Bangkalan – Kasus penangkapan nelayan asal Lamongan yang memakai jaring trawl masih berlanjut. Setelah mendatangi Dinas Perikanan Bangkalan, kini nelayan asal Arosbaya itu mendesak kepada Satuan Polisi Perairan (Satpolair) menidak tegas para nelayan yang mokong menggunakan trawl.

Ketua Kelompok Pengawas Nelayan Arosbaya Bilal Kurniawan mengatakan, kedatangannya dengan teman-teman nelayan yang lain sebagai bentuk dukungan kepada temannya  yang dijadikan saksi pada kasus penggunaan jaring trawl. Ia menuntut, agar ada hukuman yang jera bagi nelayan yang masih menggunakan trawl. Sebab, selama ini penyelesaian yang dilakukan oleh Satpolair tidak memberikan efek jera.

“Jadi kami mengawal proses hukum yang ada. Sejauh ini proses penangan nelayan yang menggunakan trawl hanya pembinaan saja,” katanya.

Bilal menegaskan, jika pihaknya tidak akan tinggal diam untuk terus mengawal sampai tuntas kasus penggunaan jaring trawl. Bahkan sebagai bentuk keseriusannya akan menyewa kuasa hukum dalam mengawal kasus tersebut.

Sementara itu, Kuasa Hukum Nelayan Arosbaya Hendrayanto mempertanyakan kenapa nelayan asal Lamongan yang ditangkap nelayan dilepas. Seharusnya dilakukan penahanan awal selama 20 hari sampai masuk tahapan selanjutnya. Padahal saksi, alat bukti dan pelapor sudah kuat.

“Prosesnya sebaiknya dipercepat saja, padahal semua sudah lengkap,” tuturnya.

Dia menambahkan, Kamis (kemarin, red) ada 6 orang saksi yang dipanggil oleh Satpolair  dari nelayan Arosbaya. Namun, pihaknya hanya mengajukan 5 orang saksi saja karena satunya masih sakit. Langkah kedepan, pihaknya meminta patroli untuk ditingkatkan dan tidak mandek.

“Alasannya kemarin melepas nelayan dari Lamongan ini masa tahanannya habis,” terangnya.

Sementara itu, Kasatpolair Bangkalan AKP Ludwi Yarsa Pramono menyampaikan, kasus jaring trawl masih dalam proses pemberkasan. Pihaknya mengaku akan memanggil kembali pelaku yakni nelayan asal Lamongan untuk pengembangan proses hukum selanjutnya.

“Jadi ini sudah masuk penyidikan ya, semua saksi dipanggil untuk dimintai keterangan,” paparnya.

Diakuinya, dalam kasus tersebut setidaknya ada 5 nelayan asal Lamongan yang menggunakan jaring trawl. Pihaknya berjanji akan menyelesaikan kasus tersebut sampai tuntas. Termasuk  akan meningkatkan patroli di perairan Bangkalan, khususnya Arosbaya.

“Kami akan patroli ke perairan Bangkalan meminimalisir kembalinya nelayan yang menggunakan trawl,” tutupnya. (ina)

Komentar

News Feed