Pelaku Pencurian dengan Modus Pecah Kaca Mobil Didor Polisi

  • Whatsapp
TAK BERKUTIK: Salah satu pelaku pencurian dana BOS di Kabupaten Sampang dengan modus pecah kaca mobil tak berkutik setelah mendapat timah panas dari anggota kepolisian Polres Sampang.

Kabarmadura.id/Sampang-Dua orang pelaku pencurian dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS), dengan modus pecah kaca mobil di Kabupaten Sampang, berhasil ditangkap oleh jajaran Kepolisian Resor (Polres) Sampang pada Senin (26/8) kemarin. Salah satu pelaku terpaksa dilumpuhkan dengan timah panas. 

Kedua pelaku tersebut diketahui bernama Ali Idrus (38) warga Jl. DI Panjaitan No.24 Kelurahan Bagus Kuning, Kabupaten Palembang, dan Muhammad Soleh (31) warga Kampung Raas, Desa Kemuning, Kecamatan Trageh, Kabupaten Bangkalan.

Keduanya, ditangkap oleh Polres Sampang di salah satu toko modern di Kecamatan Camplong Sampang, setelah mencuri dana bos senilai Rp52,8 juta rupiah dengan cara pecahkan kaca mobil di halaman Parkir SMPN 1 Torjun Sampang, beberapa waktu lalu. 

Wakapolres Sampang Kompol Suhartono mengatakan, kedua pelaku pencurian itu, melakukan aksi pertamanya di SMPN 1 Torjun dengan modus memecahkan kaca mobil dan menggasak uang puluhan juta yang merupakan dana BOS.

Selanjutnya, setelah berhasil menggondol uang di Torjun Sampang, beberapa hari kemudian dua tersangka tersebut melanjutkan aksi pencuriannya di Bank Jatim Sumenep dengan modus sama dan berhasil menggasak uang ratusan juta rupiah. 

“Setelah itu kedua pelaku itu lari kea rah barat dan berhasil diringkus ketika berada di depan Alfamart Camplong, pada Senin (26/08) sekira pukul 14.30 WIB,” ucapnya.

Suhartono membeberkan, kronologis dari salah satu kejadian itu, Munsib salah satu korban yang merupakan Bendahara SMPN 1 Torjun, melakukan pencairan dana Bos di Bank Jatim, setelah itu dirinya kembali ke Sekolah. 

Uang yang baru dicairkan itu berada di dalam mobil Avanza nopol M 1192 NF. Meski mobil dalam keadaan sudah terkunci dan dirasa berada di tempat yang sudah aman. Namun kedua tersangka berhasil memecahkan kaca mobil dengan serbukan busi dan berhasil membawa uang puluhan juta tersebut. 

“Kedua tersangka ini berhasil memecahkan kaca mobil korban yang diparkir dan berhasil mengambil dana BOS puluhan juta yang baru dicairkan,” ungkapnya.

Sambung Suhartono, kedua tersangka tersebut merupakan residivis jaringan Surabaya, Madura dan Palembang. Atas perbuatannya itu, keduanya dapat dikenakan pasal 363 ayat 1 ke 4e dan 5e KUHP dengan ancaman hukuman 7 tahun penjara.

Dalam Penangkapan kedua tersangka itu, Polisi mengamankan Barang Bukti (BB) dua tas milik tersangka, sepeda motor jenis Honda Sonic, Mobil Avanza, ATM dan jutaan uang sisa pencurian. (sub/pin)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *