Pelaku Seni Pamekasan Sayangkan Hilangnya Wacana Pembuatan Taman Budaya

News, Headline373 views

KABARMADURA.ID | PAMEKASAN-Wacana terbentuknya taman budaya di Taman Asri Kowel Pamekasan, sejauh ini belum ada kejelasan dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan.  Wacana itu muncul sejak 2022 lalu. Selain belum ada kejelasan, beberapa fasilitas dan kondisi sekitar taman terkesan tidak terawat. 

Kondisi itu mengundang perhatian dari salah satu pelaku seni sekaligus budayawan di Bumi Ratu Pamelingan.

Ketua Rumah Budaya Pamekasan Arief Wibisono sangat menyayangkan atas belum jelasnya wacana tersebut. Menurutnya, wacana itu menjadi angin segar bagi pelaku seni di Pamekasan, mengingat selama ini tidak memiliki tempat atau bangunan khusus kesenian. 

“Adanya taman budaya atau bangunan itu merupakan fasilitas bagi pelaku ataupun pemerhati seni. Artinya, pelaku dan pemerhati seni mempunyai wadah untuk melakukan aktivitas kesenian, jadi sangat disayangkan jika sejauh ini masih belum ada kejelasan terkait realisasi itu,” tegasnya, Minggu (23/7/2023).

Baca Juga:  Belanja Pegawai Dibatasi 30 Persen, Pemkab Pamekasan Jamin Nasib PPPK Paruh Waktu Aman

Tidak hanya itu, dirinya juga sangat menyayangkan atas kondisi taman yang terkesan tidak terawat. Seperti beberapa fasilitas yang tidak layak pakai dan beberapa venue yang tampak kotor. 

IMG-20260612-WA0052
IMG-20260612-WA0047
IMG-20260612-WA0050
IMG-20260612-WA0051
IMG-20260612-WA0049
IMG-20260612-WA0046

“Yang kita bisa lakukan hanya menunggu, tidak bisa berbuat apa-apa karena kita tidak punya wewenang. Semoga saja cepat realisasi wacana taman budaya itu,” tambahnya kepada Kabar Madura. 

Sebelumnya, Ketua Dewan Kesenian Pamekasan (DKP) Pamekasan Widya Pratopo mengatakan, masih belum ada pembahasan lebih lanjut dengan beberapa stakeholder terkait mengenai realisasi taman budaya tersebut. Pihaknya tidak mengetahui secara pasti apa penyebabnya. 

Baca Juga:  Jelang Tahun Ajaran Baru, Penentuan Lahan Sekolah Rakyat di Pamekasan Belum Final

Sejauh ini, diungkapkan Wid, hanya bisa melakukan pemeliharaan seadanya di lingkungan taman. Karena keterbatasan dana hibah yang dialokasikan untuknya yang hanya Rp50 juta. Perawatan itu dilakukan agar taman bisa tetap digunakan. 

Pewarta: Safira Nur Laily 

Redaktur: Wawan A. Husna

IMG-20260612-WA0113
IMG-20260612-WA0121

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *