Pelaku UMKM di Kabupaten Sampang Minta Persentase Pajak Ditinjau Kembali

  • Whatsapp
(FOTO: KM/FATHOR RAHMAN) BERBAKAT: Sejumlah pengusaha mengikuti kegiatan demo pembuatan makanan dan minuman di Paguyuban Sekar Pote di Jalan Semeru, Sampang

KABARMADURA.ID, SAMPANG-Paguyuban pengusaha bisnis makanan dan minuman (mamin) Sekar Pote mengapresiasi penertiban penarikan pajak. Namun, di samping itu masih ada beberapa sistem yang cukup memberatkan pedagang.

Sehingga, Paguyuban Sekar Pote berharap ada pertimbangan khusus mengenai penarikan pajak. Sementara paguyuban yang sudah terbentuk sejak tahun 2002 itu beranggotakan 25 pengusaha mamin di Sampang.

Bacaan Lainnya

Ketua Paguyuban Sekar Pote, Anis Sjafitrie mengaku pihaknya adalah kelompok sadar pajak. Bahkan mengapresiasi rencana pemerintah yang akan menyisir wajib pajak di Sampang. Namun pihaknya mengaku keberatan dengan ketentuan pemerintah itu.

“Kami siap taat pajak. Tapi besaran pajak yang ada memberatkan kami. Sebab penarikan itu jika tidak diturunkan akan berdampak pada keberlangsungan bisnis UMKM, ” katanya.

Dia menyebutkan, sesuai ketentuan, pajak sebesar 8 persen membebani usaha catering serta PKL. Selain itu, 10 persen bagi jenis usaha bakery juga dinilai sangat besar. Sementara tidak semua usaha UMKM lancar.

Dia mengatakan, jika secara prinsip paguyuban mendukung dan tetap sadar pajak. Namun, yang perlu dievaluasi adalah jumlah persentase pajak yang diwajibkan kepada pelaku usaha mikro. Sebab regulasi yang ada cukup memberatkan.

Dia berharap agar pemerintah meninjau kembali besaran persentase yang memberatkan tersebut. Sebab tidak semua UMKM tumbuh sehat. Maka persentase harus berdasarkan fakta yang sesungguhnya. Sehingga jika regulasi diterapkan maka UMKM akan jadi korban. (man/maf)

 

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *