Pelaku UMKM di Pamekasan Akan Dapat Relaksasi Kredit

  • Whatsapp
(FOTO: KM/ ALI WAFA) SELEKTIF: Pelaku UMKM kategori miskin dan terdampak Covid-19 bakal dapat bantuan dari Pemerintah.

Kabarmadura.id/Pamekasan–Setelah bantuan langsung tunai (BLT) diberikan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan kepada sejumlah klaster masyarakat, mulai klaster masyarakat miskin, pelaku seni dan pedagang kaki lima (PKL), kini pemerintah mencanagkan bantuan bagi pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di Bumi Gerbang Salam.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Pamekasan Abdul Fata mengatakan, sejauh ini pemkab hanya memberikan bantuan berupa sembako dan sejumlah uang tunai kepada pelaku usaha kategori PKL. Sebab menurutnya semua PKL termasuk bagian dari UMKM, akan tetapi tidak semua UMKM merupakan PKL.

Bacaan Lainnya

Namun demikian, setelah terbitnya kebijakan baru dari pemerintah pusat, maka pelaku UMKM yang tergolong miskin dan terdampak Covid-19 akan mendapatkan sejumlah bantuan berupa insentif perpajakan, relaksasi dan restrukturisasi kredit UMKM, stimulus bantuan modal kerja darurat dan penyerapan hasil produksi.

Dirinya mengaku, Pemkab telah melakukan pendataan terhadap ketegori UMKM yang dimaksud. Bahkan data telah dikirimkan kepada Dinas Koperasi Provinsi Jawa Timur.

Pihaknya belum bisa menjelaskan lebih jelas mengenai mekanisme dan teknis bantuan tersebut. Sebab hingga kini pihaknya belum menerima petunjuk teknis dari pemerintah provinsi. Namun pihaknya memastikan dana bantuan tersebut tidak bersumber dari anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) Pamekasan.

“Data UMKM yang terkena dampak Covid-19 sudah dikirim ke Dinas Koperasi Provinsi Jawa Timur, tinggal saya menunggu bagaimana petunjuk lebih lanjut, sementara yang saya terima hanya permintaan data UMKM,” ulasnya, Kamis (7/5/2020).

Terpisah, Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Pamekasan Harun Suyitno berharap, segala bantuan yang diberikan baik oleh pemerintah pusat dan pemerintah daerah bisa tepat sasaran, sehingga bantuan tersebut dapat betul-betul  membantu kehidupan masyarakat terlebih jika usaha para pegiat UMKM bisa bangkit.

Dirinya mewanti-wanti agar tidak ada oknum yang bermain dengan bantuan bagi warga terdampak Covid-19 itu. Jika nantinya ditemukan oknum yang bermain-main dengan anggaran yang diperuntukkan penanganan Covid-19 sehingga merugikan negara dan masyarakat, pihaknya berharap oknum tersebut dihukum dengan seberat-beratnya.

“Jika ada yang main-main dengan dana Covid-19 ini akan kami awasi, sebagaimana kata bupati, jika ada anggaran tumpang tindih di OPD, maka siap-siaplah masuk penjara,” tegasnya. (ali/pin)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *