Pelapor Kasus Penipuan CPNS Sampang Akui Sempat Temui Sekda dan Bilang Kenal Terlapor

  • Whatsapp
(FOTO: KM/FATHOR RAHMAN) SIDIK: Pelapor kasus penipuan CPNS Sampang akui sempat temui sekda Sampang dan menyatakan kenal terlapor.

KABARMADURA.ID | SAMPANG-Dugaan penipuan rekrutmen calon pegawai negeri sipil (CPNS) tahun 2019 di Sampang mulai ditindaklanjuti polisi. Polres Sampang mulai memeriksa saksi-saksi. Terdapat tiga saksi diperiksa, di antaranya pelapor, Slamet Satuli, orang tua pelapor dan Ferdi yang merupakan saudara sepupu pelapor.

Kendati begitu, pihak korban melalui pengacaranya, belum berhenti mengungkap banyak hal yang terjadi di balik dugaan penipuan tersebut.

Bacaan Lainnya

Korban atau pelapor bernama Ali Shofa Januar, melalui kuasa hukumnya, Achmad Bahri mengungkap bahwa pelaku penipuan berinsial RK itu sempat menyebut nama Sekretaris Daerah (Sekda) Sampang, Yuliadi Setiawan. Yuliadi Setiawan disebut RK akan menjamin istri Ali Shofa Januar bisa lolos menjadi PNS.

Achmad Bahri mengatakan, korban mengenal RK dari temannya berinisial DK. Mereka melakukan pertemuan di Hotel Panglima, Sampang. Dalam pertemuan itu, RK menunjukkan foto sekda Sampang. Untuk meyakinkan korban bahwa dekat dengan salah satu pejabat teras di Sampang tersebut. Sehingga korban percaya.

“Dalam pertemuan itu pelaku meminta uang Rp110 juta untuk lolos jadi PNS. Pelaku mengatakan semestinya harganya Rp160 juta. Namun karena korban dekat dengan DK, maka hanya diminta Rp 110 juta, ” katanya.

Saat di hotel, korban menyerahkan uang sebesar Rp80 juta kepada terlapor (RK). Baru beberapa hari kemudian dilunasi genap menjadi Rp 110 juta. Namun, janji RK tidak dipenuhi.

“Tapi pelaku (terlapor) sempat menunjukkan nomor induk kepegawaian (NIK) istri korban. Atas nama Kiki Amelia. Tapi saat korban minta datanya untuk dipegang tidak diberikan,” ungkap Bahri.

Berselang beberapa bulan, RK masih berusaha meyakinkan. Bahkan beberapa kali mendatangi rumah korban dan menyampaikan ada salam dari Yuliadi Setiawan yang disebut sebagai sekda Sampang.

Akibat kelakukan RK yang semakin mencurigakan, korban berinisiatif menemui sekda Sampang. Dalam pertemuan itu, Yuliadi Setiawan sempat mengaku kenal dengan RK. Namun pertemuan mereka tidak lama.

“Saat korban menemui pak sekda. Beliau bilang kenal. Bahkan dia (Yuliadi Setiawan) mengatakan suruh menunggu. Karena dia juga menunggu RK,” ungkap Bahri.

Sebelumnya, Alis Shofa Januar melaporkan RK ke Mapolres Sampang. RK dituduh melakukan penipuan rekrutmen PNS terhadap istrinya. RK meminta uang senilai Rp 110 juta dengan iming-iming istri pelapor, Kiki Amelia, akan diloloskan dan akan diangkat PNS.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Pemkab Sampang, Yuliadi Setiawan belum bisa memberi keterangan. Berusaha ditemui di meja kerjanya tidak ada. Saat dikonfirmasi melalui nomor ponselnya tidak ada respon.

Reporter: Fathor Rahman

Redaktur: Wawan A. Husna

 

 

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *