KABAR MADURA | Untuk melengkapi keterangan dugaan penggelapan dalam realisasi Program Indonesia Pintar (PIP) sejumlah sekolah di Sumenep, pelapor sudah penuhi permintaan Kejaksaan Negeri (Kejari) Sumenep. Dengan begitu, pelapor mendesak Kejari Sumenep segera memproses semua pihak yang diduga terlibat.
Selaku pelapor, Fauzi AS mengaku menyampaikan bahwa beberapa waktu lalu kepala sekolah dan ketua Yayasan SDI Lenteng Timur sebagai sampel sekolah, yang PIP-nya diduga dicairkan sepihak, sudah diperiksa oleh Kejari Sumenep. Mereka juga sudah memberikan keterangan dan bukti-bukti.
“Saya sebagai orang yang melaporkan kasus itu, (dugaan penggelapan PIP, red) mendorong agar segera menangkap oknum karyawan BRI yang kita duga terlibat dalam pembuatan rekening dan terlibat mencairkan dana PIP,” kata dia kepada Kabar Madura.
Fauzi AS menduga tidak hanya pihak bank yang terlibat dalam hal ini, namun ada pihak lain yang terlibat dalam kasus tersebut. Namun yang menjadi objek laporan oknum pegawai BRI Gapura..
“Kami akan tagih sesuai komunikasi awal, sesuai janji mereka bahwa menurut data yang kami peroleh. Kuat dugaan ada keterlibatan oknum anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI). Kami menunggu kapan mereka akan dipanggil untuk dimintai keterangan,” ungkap Fauzi.
Sementara itu, Kepala Seksi Intelijen (Kasi Intel) Kejari Sumenep Moch. Indra Subrata berjanji bakal terus memproses kasus dugaan penggelapan PIP tersebut. Pihaknya akan terus mengumpulkan data-data atau bukti tambahan.
“Kasus ini sudah ditangani bagian pidana khusus (pidsus), akan terus diusut sesuai ketentuan,” paparnya.
Untuk diketahui, pada 22 Mei 2023 lalu, Kejari Sumenep telah memeriksa pengelola lembaga SDI Lenteng Timur. Alasannya, mencuatnya kasus tersebut bermula dari sekolah tersebut. Pihak-pihak yang diperiksa antara lain; pemilik yayasan, kepala sekolah, dan operator sekolah.
Selain itu, Kejari Sumenep juga memeriksa manajemen BRI cabang Gapura, pihak yang mencairkan bantuan tersebut dan diduga tanpa sepengetahuan pihak sekolah. Termasuk sudah memanggil pihak Dinas Pendidikan (Disdik) Sumenep.
Pewarta: Moh. Razin
Redaktur: Wawan A. Husna





