Pelatihan  Senilai Rp 750 Juta Dari DBHCT Gagal

  • Whatsapp

KABARMADURA.ID, SUMENEP – Sejumlah kegiatan pelatihan  kewirausahaan dan peningkatan keterampilan warga yang direncanakan Dinas Koperasi Usaha Mikro (Diskop UM) Sumenep, dipastikan gagal. Penyebabnya, selain karena penerapan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) juga karena ada beberapa pelatihan pendaftar peserta salah sasaran.

Salah sasaran peserta tersebut, sebagaimana disampaikan Kepala Bidang (Kabid) Pemberdayaan Usaha Mikro dan Kecil (UKM) Diskop UM, Lisa Bertha Soetedjo, adalah pelatihan yang sumber pendanaannya dari Dana Bagi Hasil Cukai Tembakau (DBHCT) tahun 2021.

Bacaan Lainnya

Menurut Bherta, terdapat sekitar 7 sampai dengan 9 pelatihan yang sumber dananya dari DBHCT dengan nilai pelatihan sebesar Rp750 juta yang dipastikan gagal.

“Nah yang cukai itu yang digagalkan, sekitar 7 apa 9 yang digagalkan, soalnya peserta itu kurang tepat sasaran. Karena yang dibutuhkan sesuai atau yang berkaitan dengan tembakau,” imbuh Bherta, sambil menguraikan jika terdapat dua pelatihan lainnya yang dari dana alokasi khusus (DAK) sebesar Rp140 juta.

Hingga kini, sejumlah pelatihan dengan sumber pendanaan lainnya juga masih belum terlaksana. Hal itu, jelas Bherta karena pihaknya masih fokus pada kegiatan lapangan seperti pendataan dan verifikasi dalam upaya memperketat seleksi calon peserta.

Dia mencontohkan, seperti pelatihan jahit, jika tidak berlatar belakang penjahit atau di rumahnya minimal sudah bisa menjahit, tidak akan diterima. Pihaknya meyakini itu lebih efektif.

“Itu verifikasi yang dimaksud, yang dilakukan oleh kami,” imbuhnya.

Tahun ini, 11 pelatihan yang sempat direncanakan digelar, di antaranya pelatihan Roti kue, mebel, kerajinan dari lidi, daur ulang, meracik tepung dari buah, kerajinan limbah kayu, dan lainnya.

Mestinya, ulas Bherta,  terhadap pelatihan yang sumber dananya berasal dari DBHCT, yang menjadi target dan jenis pelatihan harus bisa menampung karyawan gudang rokok, yang memang mendukung ke persoalan yang menunjang ke pengembangan tembakau dan produksinya.

“Dua pelatihan itu tidak terlaksana, masih belum ditentukan jadwalnya,” pungkasnya. (ara/bri)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *