oleh

Pelayanan Adminduk Online Terhambat, Baru 2 Desa Bisa Terkoneksi

Kabarmadura.id/Sampang-Rencana Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispendukcapil) Kabupaten Sampang untuk memberikan pelayanan administrasi kependudukan (Adminduk) secara online tidak maksimal. Pasalnya, hingga saat ini dari 180 desa, hanya dua desa yang bisa terkoneksi.

Pelaksana Harian (Plh) Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispendukcapil) Sampang Edi Subinto mengatakan, pihaknya tetap berupaya untuk mempermudah masyarakat untuk melakukan pembuatan adminduk melalui online.

Upaya tersebut dilakukan dengan cara mengkoneksikan proses pelayanan kepada semua desa di Kota Bahari. Adapun untuk jumlah desanya ada 180 desa.

“Untuk mempermudah dalam memberikan pelayanan pengurusan adminduk, kami akan mengkoneksikan dengan desa, sehingga masyarakat nantinya tidak harus datang ke Dispendukcapil,” ungkapnya, Selasa (1/9/2020).

‌Adapun dari 180 desa di Kota Bahari yang terkoneksi dengan dispendukcapil untuk memberikan pelayanan hingga saat ini tercatat ada dua desa. Dua desa tersebut  merupakan desa Labuhan dan desa Taman Kecamatan Sreseh.

Ditambahkan, pelayanan online yang melalui desa tersebut hanya bisa dalam pengurusan adminduk. Artinya untuk pembuatan Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan Kartu Identitas Anak (KIA) tetap harus dilakukan ke dispendukcapil.

“Untuk pelayanan yang bisa dilakukan oleh Desa pembuatan Kartu Keluarga (KK), akte kelahiran, dan surat keterangan, sedangkan untuk KTP dan KIA tidak bisa dilakukan di desa,” imbuhnya.

Selain itu, saat ditanya penyebab desa-desa yang tidak terkoneksi pihaknya mengaku tidak tahu. Sebab, untuk fasilitas sudah terpenuhi.

Sehingga ia berharap semua desa yang ada di Kabupaten Sampang, begitupun kelurahan dapat merealisasikan hal yang sama dengan dua desa yang sudah terkoneksi.

Dengan tujuan pengesahan data kependudukan di tingkat desa akan valid, terlebih, proses pelayanan semakin cepat.

“Mungkin kesiapan saja, tetapi untuk desa bisa terkoneksi haru ada seperangkat komputer, printer, scanner, jaringan internet, operator desa dan tempat pelayanan,” tuturnya.

Sementara itu, Bahri warga asal Banyusokah, Kecamatan Ketapang menuturkan, jika nantinya di desa tersebut bisa memberikan pelayanan tanpa harus datang ke Diapendukcapil Sampang lebih bagus. Sebab, kalau dari Banyusokah ke Kantor Dispendukcapil ini jauh.

Sehingga dengan begitu ia berharap, desa-desa, khususnya di pantura bisa memberikan pelayanan dan itu sangat membantu masyarakat.

“Kalau di desa bisa memberikan pelayanan sangat membantu masyarakat, sebab kalau harus ke kota jauh, apalagi harus antri,” singkatnya (mal/pai)

Komentar

News Feed