Pelayanan Imigrasi di MPP Ditutup , Terkendala Sistem dan Peralatan

  • Whatsapp
(FOTO: KM/FA'IN NADOFATUL M) TUTUP: Salah seorang warga yang hendak mengurus paspor kecewa pelayanan imigrasi di MPP tutup

KABARMADURA.ID, BANGKALAN -Pelayanan kantor imigrasi yang ditempatkan di Mall Pelayanan Publik (MPP) Bangkalan Plaza belum berjalan maksimal. Sebab, sejak 5 Oktober 2020 lalu hingga Senin (1/2/2021) layanan tersebut tutup. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangkalan menyarankan masyarakat kembali mengurus paspor kembali ke Pamekasan.

Bupati Bangkalan Abdul Latif Amin Imron menuturkan, ditutupnya pelayanan imigrasi tersebut lantaran terkendala soal sistem. Sehingga, mau tidak mau kegiatan pelayanan di imigrasi harus diberhentikan sementara waktu.

Bacaan Lainnya

“Terutama untuk pelayanan pemberangkatan umrah ini kan juga masih dibatasi. Untuk itu masyarakat bisa mengurus di Pamekasan,” tuturnya.

Selain itu, pelayanan imigrasi di MPP ini juga masih membutuhkan perbaikan-perbaikan. Perbaikan itu antara lain, Ra Latif (sapaan akrabnya) menyebut, perbaikan standar seperti peralatan-peralatan yang khusus sebagai pencatatan identitas dan perekam.

“Untuk masyarakat yang akan mengurus paspor selain Pamekasan juga bisa langsung mengurus di Imigrasi Surabaya,” tuturnya.

Pihaknya akan melakukan koordinasi lebih lanjut dengan Kantor Imigrasi Pamekasan agar dibuka kembali. Sementara itu, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Bangkalan Ainul Ghufron mengatakan, belum aktifnya layanan pengurusan paspor di Imigrasi MPP Bangkalan, juga terkendala oleh sumber daya manusia (SDM).

Sebab, se-Madura hanya ada 24 pegawai khusus yang bertugas di Imigrasi. Sehingga, masih ada pembagian dan penambahan pegawai lagi. Dia juga mengungkapkan, saat ini masih menunggu fasilitasi dari pihak ketiga untuk melengkapi kekurangan yang ada di MPP.

“Karena pihak Imigrasi ini juga permintaannya luar biasa. Sebab, minta fasilitas dan sistem yang lengkap,” tuturnya.

Mulai dari fasilitas untuk keperluan pelayanan juga fasilitas pegawainya seperti rumah dinas. Ainul mengaku, saat ini pihaknya masih melakukan persiapan semua permintaan dari imigrasi.

“Bersabarlah, jadi harus tetap optimis bisa membuka kembali pelayanan imigrasi ini. Karena memang sangat dibutuhkan oleh masyarakat,” ungkapnya.

Untuk rumah dinas bagi pegawai imigrasi yang menempati MPP nantinya, dia berencana  menyiapkannya di Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Disnaker) Bangkalan. Dimana sebagian lokasi bangunan yang ada di situ digunakan sebagai tempat tinggal pegawai imigrasi.

“Kami sudah mendapatkan persetujuan dari pimpinan yakni Pak Bupati. Tinggal menunggu koordinasi dan hibahnya saja,” jelasnya.

Selama Imigrasi ini tutup, Ainul mengungkapkan, Bangkalan belum bisa menyumbang penerimaan negara bukan pajak (PNBP). Dimana itu bisa menaikkan grade pertumbuhan ekonomi Bangkalan secara nasional.

Selain masih menunggu hal di atas, dia mengutarakan, pihaknya juga masih menunggu termin. Jadi, sistem informasi perencanaan daerah masih mengalami perbaikan. Dimana sistem itu masih mengalami error.

“Kami sudah mengatasinya dengan mendatangkan tim dari Jakarta, sudah dialokasikan dan di plotting, tinggal terminnya itu,” pungkasnya. (ina/mam)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *