Pelayanan Nikah Dibatasi 8 Calon Pengantin per Hari

  • Whatsapp
(KM/MOH SA'ED) SABAR DONG: Suasana pelayanan kantor Kemenag Bangkalan sebelum terjadinya wabah Covid-19.

Kabarmadura.id/BANGKALAN– Masyarakat yang ingin melakukan akad nikah harus bersabar, pasalnya, pelayanan Kantor Urusan Agama (KUA) dibatasi dalam rangka memutuskan mata rantai penularan Covid-19. Setiap harinya pelayanan hanya dibatasi untuk 8 calon pengantin.

Kepala Seksi Binaan Masyarakat Islam Kementerian Agama  Kabupaten Bangkalan Arif Rochman mengatakan, petugas KUA di masing-masing kecamatan sudah diberitakan informasi terkait  surat edaran dari Kemenag. Surat edaran itu tentang pembatasan pelayanan untuk mengantisipas penularan Covid-19.

Bacaan Lainnya

”Calon pengantin yang sudah melakukan pendaftaran sebelum tanggal 23 April masih bisa dilayani, namun bagi calon pengantin yang belum terdaftar akan dilayani setelah kondisi benar benar aman kurang lebih tanggal 29 Mei mendatang,” terangnya.

Pembatasan pelayanan  tersebut sesuai surat edaran dari Kementerian Agama Republik Indonesia Nomor 9 tahun 2020 tentang penyesuaian pelayanan bagi petugas Kemenag supaya  lebih mudah mencegah penularan virus yang mudah menular.

Surat edaran tersebut bertujuan untuk membatasi pelayanan agar tidak terjadi kerumunan sehingga lebih mudah untuk memutuskan mata rantai penularan Covid-19.

Pembatasan pelayanan tidak menganggu jumlah pernikahan namun pembatasan tersebut  untuk membatasi jumlah masyarakat yang berada di lingkungan KUA agar tidak  mengundang kerumunan.

“Jika yang terdaftar dalam satu hari melebihi 8 orang maka petugas akan memberikan jadwal yang lain sehingga proses alat nikah tetap berlanjut walaupun pada waktu lain,” terangnya.

Sementara itu, Moh Naufal, salah seorang calon pengantin mengaku tidak nyaman dengan  peraturan pembatasan pelayanan tersebut. Sebab, dia dan keluarga harus menunggu waktu lama serta harus kembali memusyawarahkan dengan calon pengantin perempuan.

”Wajar jika banyak warga yang merasa tidak nyaman karena biasanya akad nikah dilakukan secara beramai-ramai selain itu juga masih mengikuti adat zaman dulu melihat primbon hari baik dan bulan haik ,” terangnya.

Dia berharap dengan adanya peraturan pembatasan itu, pihak KUA lebih maksimal dalam pelayanan. Sebab, sebagian masyarakat terpaksa harus menunggu sampai sore untuk melalukan proses akad nikah.

“Petugas yang melayani akad nikah lebih maksimal, minimalnya jauh hari sebelumnya sudah dipersiapkan,  jadi ketika proses akad nikah tidak lama-lama di KUA,” tukasnya. (sae/mam)

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *