Pelecehan Seksual Dominasi Kasus Kekerasan Anak di Pamekasan

  • Whatsapp
(FOTO: KM/KHOYRUL UMAM SYARIF) MENINGKAT: Kasus kekerasan anak di Pamekasan masih marak terjadi.

Kabarmadura.id/Pamekasan-Kasus kekerasan anak di Kabupaten Pamekasan, masih marak terjadi. Berdasarkan data yang dihimpun dari Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Pamekasan, hingga Juni 2020 tercatat ada sebanyak sembilan kasus kekerasan pada anak.

Kepala DP3AKB Yudistinah melalui Kepala Bidang (Kabid) Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Abrori Rais mengatakan, dari sembilan kasus kekerasan anak yang terjadi, tujuh diantaranya merupakan kasus pelecehan seksual.

Bacaan Lainnya

Diungkapkannya, untuk identifikasi kasus kekerasan yang  terjadi kepada anak, ada sebagian yang langsung datang melapor kepada instansinya, ada pula sebagian yang melapor kepada pihak kepolisian untuk mendapat pendampingan hukum.

Dijelaskannya, jika pelaku tindak kekerasan merupakan anak di bawah umur, maka langkah yang ditempuh melalui difersi atau diselesaikan secara kekeluargaan, namun apabila anak-anak itu sebagai korban maka diproses secara hukum.

“Sebelum melakukan penanganan kami analisa, apa yang diperlukan oleh korban setelah itu baru dilakukan penanganan sesuai kebutuhan korban, jadi ada penanganan hukum, ada penanganan psikologi, ada penanganan sosial, dan ada penanganan pemulangan,” jelasnya, Rabu (24/6/2020).

Meski kasus kekerasan anak masih terjadi, pihaknya mengklaim jumlah kasus kekerasan pada anak masih lebih rendah dari tahun 2019. Pihaknya mengungkapkan, kasus kekerasan anak pada 2019 mencapai 19 orang yang terditeksi.

Pihaknya berjanji akan menekan kasus kekerasan pada anak semaksimal mungkin. Salah satu cara yang dilakukan melalui sosialiasi yang masif. Hal itu dilakukan untuk mengajak seluruh elemen masyarakat ikut andil dalam menekan angka kasus kekerasan anak.

“Kami selalu mengupayakan kejadian seperti itu bisa terminimalisir dengan melakukan sosialiasi baik ke sekolah maupun kepada kelompok-kelompok ibu-ibu di masyarakat,” tukasnya.

Sementara itu, Wakil Ketua Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Pamekasan Khairul Umam menyampaikan, maraknya kasus kekerasan anak yang terjadi harus menjadi evaluasi serius.

Pemerintah harus melakukan koordinasi dengan semua tokoh masyarakat, ulama, kepolisian, agar upaya untuk menekan angka kekerasan anak dapat ditekan semaksimal mungkin.

“Pihak kepolisian juga harus memberi hukuman setimpal agar tidak ada keringanan pada pelakunya,” pungkasnya. (rul/pin)

 

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *