Pelimpahan Pengelolaan Dari Disdik ke Kesra Hambat Realisasi Bantuan Guru Ngaji

  • Whatsapp
(FOTO: KM/JAMALUDDIN) BANSOS: Pendistribusian bantuan untuk guru ngaji di Kabupaten Sampang tidak maksimal, pihak pengelola diminta bersinergi dengan petugas kecamatan.

KABARMADURA.ID, SAMPANG -Realisasi bantuan sosial (bansos) yang diberikan kepada 6 ribu guru ngaji di Kabupaten Sampang , tidak maksimal. Salah satu indikasinya, banyak laporan masuk ke DPRD. Utamanya tentang, pelimpahan pengelolaan dan data penerima yang tidak kunjung valid. Hal tersebut diungkapkan, Anggota Komisi IV DPRD Sampang, Moh. Iqbal Fathoni, Selasa (09/02/2021).

Menurutnya, bantuan yang direalisasikan setahun sekali dengan nominal Rp1 juta setiap guru ngaji perlu dioptimalkan. Sehingga, fokus masalah mengenai data harus diselesaikan oleh Dinas Pendidikan (Disdik) sebagai pengelola bantuan guru ngaji. Yakni, harus ada semacam komunikasi inten antara Disdik dan pihak kecamatan serta desa.

Bacaan Lainnya

“Ketika bicara data, harus melihat data mana saja yang belum selesai. Dan untuk data yang sudah valid, harus dicairkan terlebih dahulu. Dan ini harus ada koordinasi dengan pihak kecamatan,” ujarnya.

Sedangkan, terkait pelimpahan pengelolaan bantuan guru ngaji dari Disdik ke pihak Kesra, harus saling koordinasi untuk memaksimalkan program.  Sebab, ruang lingkupnya tetap ada di wilayah pemerintah daerah.

“Bantuan guru ngaji ini, tidak dikelola oleh pihak luar, tetapi juga sama-sama lingkungan Sampang dan ini harus saling komunikasi,” sarannya.

Kendati demikian, agar bantuan tersebut tepat sasaran, maka data penerima harus benar-benar valid. Bahkan, harus mengecek ke lapangan. Selain itu, memastikan agar dalam program tersebut tidak ada pihak lain yang memanfaatkan.

“Data penerima itu, harus di cek ke lapangan, khawatir penerimanya tidak ada atau sudah pindah tempat,” tukasnya. (mal/ito)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *