Pemanfaatan Alsintan di Bangkalan Rentan Disalahgunakan

  • Whatsapp
(FOTO: KM/HELMI YAHYA) BERBENAH: Dinas Pertanian, Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan (DPTPHP) Bangkalan akan mengoptimalkan pengawasan terhadap pemanfaatan alat mesin pertanian (alsintan).

KABARMADURA.ID, BANGKALAN – Pengawasan penggunaan alat mesin pertanian (alsintan) di Bangkalan perlu diperketat. Sebab, dalam praktiknya banyak alay yang masih digunakan untuk kepentingan bisnis. Apalagi, tahun ini alsintan akan segera direalisasikan. Sehingga, perlu adanya pengawasan optimal untuk memastikan penggunaannya sesuai aturan.

Salah satu pengurus Kelompok Tani (Poktan) Desa Keleyan Kecamatan Socah, Bangkalan Sapraji mengaku,  masih banyak kelompok yang belum mengetahui penggunaan mesin teknologi tersebut. “Banyak yang belum tau, jadi kadang harus membayar jasa orang lain untuk menggunakannya,” ujarnya, Minggu (1/8/2021).

Bacaan Lainnya

Menurutnya, dari keterbatasan petani kerap kali dimanfaatkan oleh beberapa oknum. Salah satunya, ada yang menyediakan penyewaan alat berat tersebut. Bahkan, dengan harga yang cukup tinggi. “Kalau petani yang butuh, tentu akan menyanggupi, karena demi kualitasnya tanamannya,” paparnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian, Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan (DPTPHP) Bangkalan Puguh Santoso berjanji, masih akan merancang mengenai keoptimalan pengawasan. Sebab, selama ini pengawasan terhadap alsintan memang perlu dioptimalkan.

Tujuannya, untuk melihat perkembangan penggunaan alsintan oleh setiap poktan serta untuk mengantisipasi adanya indikasi pemanfaatan yang dilakukan oleh oknum yang kurang bertanggung jawab. “Kami ada penyuluh dan juga petugas di lapangan, nanti mungkin mereka yang bisa mengawasi,” responnya.

Menurutnya, bantuan alsintan harus digunakan sesuai dengan ketentuan pemerintah. Yakni, untuk memudahkan para petani dalam mengolah lahannya. Sehingga, lebih mudah dan produktif. “Ya kalau bantuan jangan sampai dibuat lahan bisnis. Karena alsintan belum direalisasikan, maka pengawasan masih kami rancang. Tapi, jika poktan sudah membawa alatnya, setidaknya kami akan melakukan monitoring ke bawah,” janjinya.  (hel/ito)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *