Pemanfaatan Aplikasi PCare di Sumenep Terkendala Jaringan

  • Whatsapp
(FOTO: KM/IMAM MAHDI) TERKENDALA: Dinkes Sumenep belum dapat mempercepat pelaksanaan vaksinasi serta penginputan data pada aplikasi PCare.

KABARMADURA.ID | SUMENEP -Kinerja Dinas Kesehatan (Dinkes) Sumenep dalam penginputan data orang yang sudah divaksin mendapat perhatian dari Gubernur Jawa Timur (Jatim) Khofifah Indar Parawansa saat kunjungan ke Sumenep, Minggu (24/10/2021) kemarin. Penginputan data melalui aplikasi PCare diharapkan bisa diterapkan secara maksimal.

Kepala Bidang (Kabid) Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Sumenep Kusmawati mengatakan, penginputan data orang vaksin di Sumenep tidak bisa secepat di Jawa Timur. Terlebih, di daerah kepulauan.

“Di Sumenep sudah menggunakan aplikasi PCare dalam hal penginputan data vaksin. Namun, memang terkadang terkendala jaringan. Sehingga tidak cepat,” jelasnya.

Dikatakannya, untuk menindaklanjuti kendala tersebut, pihaknya harus memperbaiki jaringan. Namun diakuinya, khusus daerah kepulauan tidak mudah. Sebab, lokasinya terpencil dan jauh dari jangkauan internet.

“Kami bekerja sesuai aturan pemerintah. Tetapi, kendala itu pasti ada,” paparnya.

Dia menambahkan, bukan hanya aplikasi yang terkendala. Tetapi, kesadaran masyarakat masih rendah, terbukti masih banyak yang tidak mau divaksin

“Berita-berita hoaks masih ada pada diri masyarakat. Bahwa vaksin mematikan,” ucap dia.

Data teranyar, kata wanita yang akrab disapa Kus itu,  dari total sasaran 845.130 orang telah tercapai 393.605 orang atau sekitar 46,57 persen. Dengan rincian 287.845 orang atau 34, 1 persen telah melakukan dosis 1.

Lalu, sebanyak 103. 352 orang atau 12,2 persen melakukan vaksinasi ke-2 dan 2.314 orang atau 65,5 persen telah menjalani vaksinasi yang digunakan pada vaksinasi oleh kesehatan.

“Ke depan masih berusaha melakukan percepatan vaksinasi dan akan segera menginput data ke aplikasi PCare,” ucap dia.

Sebelumnya, Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa mengatakan, Dinkes Sumenep harus bergerak cepat dalam penginputan data vaksin. Pendataan vaksinasi harus jelas dan dapat terinput.

Dinkes harus segera memasukkan data hasil vaksinasi ke dalam aplikasi PCare milik BPJS Kesehatan. Instruksi itu disampaikan melalui surat no SR.02.06/I/193/2021 per tanggal 20 Januari 2021 kemaren.

“Aplikasi ini bertujuan untuk segera diketahui seberapa banyak masyarakat Sumenep yang telah divaksin,” tukas alumni PMII Surabaya itu.

Reporter: Imam Mahdi

Redaktur: Mohammad Khairul Umam

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *