oleh

Pemanfaatan Pasar Pakong Tidak Jelas, 3 Tahun Disperindag Berdalih Kekurangan Kios

Kabarmadura.id/Pamekasan-Hampir tiga tahun berdiri, namun Pasar Tradisional Pakong tidak kunjung dioperasikan. Dinas perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Pamekasan berdalih, tidak dioperasionalkan pasar tersebut, lantaran hingga saat ini jumlah lokal yang ada tidak mencukupi untuk 700 pedagang.

Kepala Disperindag Pamekasan Bambang Edy Suprapto melalui Plt Kepala Bidang (Kabid) Pengelola Pasar Imam Hidajad menyampaikan, rencana untuk penempatan pedagang di pasar itu sudah dilaksanakan. Bahkan, pada bulan Juni lalu, pihaknya mengaku sudah melakukan  pendataan kepada para penjual yang ada di pasar.

“Kami sudah merencanakan mengenai penempatan, akan tetapi, masih ada kekurangan sebanyak 300 kios, sedangkan jumlah pedagang yang ada disana sekitar 700 lebih,” ungkapnya, kemarin (11/11)

Imam juga  menyampaikan, untuk memenuhi kekurangan lokal Pasar Pakong, pihaknya sudah menganggarkan pembangunan kios pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2019 tahap kedua.

“Tahun ini sudah ada pengadaan tanah, sekarang masih proses sertifikasi tanahnya,” imbuhnya.

Dirinya memastikan, pada tahun 2020 mendatang pembangunan 300 lokal  untuk memenuhi kekurangan kios itu akan dilakukan, sebab untuk pembebasan lahan untuk pembangunan dipastikan rampung tahun ini.

“Pembangunannya diperkirakan membutuhkan anggaran sekitar Rp10 miliar,” jelasnya.

Sebelumnya, Ketua Fraksi Partai Persatuan Pembangunan ((F-PPP) DPRD Pamekasan Ahmadi, menyayangkan kinerja Disperindag setempat. Pihaknya menuding, instansi tersebut terkesan setengah hati dalam memberikan pelayanan berupa fasilitas terhadap masyarakat.

Tudingan itu dilayangkan bukan tanpa alasan. Sebab, hingga kini dua pasar tradisional yang sudah selesai dibangun belum dioperasikan. Hal itu menurutnya, tidak hanya berimbas pada pemanfaatan fasilitas untuk penunjang perekonomian rakyat, tetapi juga pada Pendapatan Asli Daerah (PAD) pasar tradisional.

“Dengan demikian muncul dugaan masyarakat kerja pemerintah terkesan lamban dan lelet,” tegasnya. (rul/pin)

 

Komentar

News Feed