oleh

Pemasangan 322 PJU di Kabupaten Sampang Terancam Gagal Terealisasi

Kabarmadura.id/Sampang-Program pemasangan lampu penerang jalan umum (PJU) di 322 titik di Kabupaten Sampang, terancam gagal direalisasikan. Pembangunan yang bersumber dari anggaran pagu indikatif kewilayahan (PIK) itu, lantaran 50 persen anggaran dipangkas untuk penanganan dan pencegahan Covid-19.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Sampang Aji Waluyo melalui PPTK PJU Amir Mahdi mengatakan, besaran dana PIK untuk tahun 2020 senilai Rp14 miliar. Anggaran itu nantinya akan diperuntukkan pada pemasangan PJU di 322 titik.

Hanya saja lanjut dia, pemasangan 322 titik PJU itu terancam gagal terealisasi 100 persen. Hal itu disebabkan, lantaran pemerintah melakukan pemotongan sebesar 50 persen pada anggaran tersebut.

Dirinya mengungkapkan, pemangkasan terhadap 50 persen anggaran itu dipergunakan untuk kebutuhan kegiatan pencegahan dan penanganan wabah Covid-19.

“Dari Rp14 miliar menjadi Rp7 miliar,” ungkapnya, Minggu (19/4/2020).

Lebih lanjut dirinya menjelaskan, meski saat ini anggaran masih tersisa Rp7 miliar, namun dana tersebut tidak bisa sepenuhnya difokuskan pada pemasangan PJU. Sebab menurutnya, anggaran Rp7 miliar itu masih dialokasikan pada mebayaran ke rekening listrik, sehingga pemasangan PJU tahun 2020 ke 44 desa dipastikan gagal realisasi.

Sebab lanjut dia, jika dihitung pembayaran rekening listrik sebesar Rp5,9 miliar dalam satu tahun, dari anggaran Rp7 miliar tersebut akan tersisa Rp1,1 miliar. Sehingga pihaknya memastikan tidak bisa mengarjakan pemasangan PJU dengan anggaran Rp1,1 miliar itu.

“Jika dipaksakan melakukan pemasangan 322 PJU jelas anggarannya tidak cukup, bahkan jika dilakukan pengurangan titik, dihawatirkan menimbulkan konflik,” pungkasnya. (mal/pin)

 

 

Komentar

News Feed