oleh

Pemasangan Stiker PKH, Dinsos Sumenep Tunggu PAK

KABARMADURA.ID, SUMENEP –Program pemasangan stiker sebagai identitas penerima program keluarga harapan (PKH), hingga saat ini belum terealisasi. Meski sudah dianggarkan dari pemerintah provinsi, namun anggaran tersebut ditangguhkan oleh Dinas Sosial (Dinso) Sumenep.

Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Sumenep Moh Iksan mengatakan, pihaknya sempat melakukan pengajuan anggaran ke Pemerintah Jawa Timur (Jatim) tahun 2020. Dalam pengajuan itu disetujui  sekitar Rp70 juta.

Akan tetapi pagu anggaran tersebut dinilai tidak sebanding atau tidak cukup dengan jumlah kelompok penerima manfaat (KPM) PKH dan bantuan pangan non tunai (BPNT) yang saat ini berganti ke program sembako. Sehingga hal itu ditangguhkan hingga ke tahun 2021 dengan harapan menunggu penganggaran alokasi khusus (PAK).

“Saat ini fokus ke validasi. Namun ketersediaan anggaran masih separuh, insya Allah PAK kita ajukan anggaran tambahan. Yang separuh itu kita maksimalkan di pemutakhiran DTKS, Rp1 miliar,” katanya.

Program penempelan stiker dinilai penting. Sehingga berusaha terealisasi tahun ini. Pihaknya berharap untuk labelisasi penerima bantuan tersebut bisa terpenuhi tahun ini.

Dia juga menyebutkan jumlah KPM keseluruhan tahun ini adalah sebanyak 61.604 kartu keluarga (KK), sementara KPM yang melakukan graduasi mandiri hanya 264 KK.

“Karena mereka itu pintar-pintar, ada yang berdalih karena emang rezeki anaknya. Nah mungkin program memasang stiker ini menjadi terapi khusus, untuk menyadarkan statusnya, bahwa mereka sudah mampu,” imbuhnya.

Sementara itu, Wakil Ketua Komisi lV DPRD Sumenep Siti Hosna mengatakan, semestinya setiap pendamping ditarget harus melakukan graduasi tanpa harus memaksa. Terpenting pendamping harus objektif dalam melakukan pendataan.

“Tidak jarang ditemukan ada yang sudah punya mobil dapat PKH, perangkat desa juga ada yang dapat, makanya mereka harus berani mengatur cara agar mereka segera mundur, atau langsung dihapus saja dari KPM,” ungkapnya. (ara/mam)

Komentar

News Feed