Pemasaran Produk UMKM di Bangkalan Masih Menggunakan Manual

  • Whatsapp
(FOTO: KM/FA'IN NADOFATUL M) CARA MANUAL: Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Bangkalan Iskandar Ahadiyat  menjelaskan mengenai proses pemasaran UMKM di Bangkalan.

KABARMADURA.ID | BANGKALAN – Pemasaran produk usaha mikro kecil menengah (UMKM) di Bangkalan masih belum maksimal. Sebab, banyak pelaku usaha yang masih menggunakan cara manual yakni dijual langsung di toko. Sedangkan penerapan penjualan dengan menggunakan digitalisasi masih belum sepenuhnya terealisasikan.

Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro (Diskop UM) Bangkalan Iskandar Ahadiyat mengatakan, selama ini produk UMKM di Bangkalan belum memanfaatkan digitalisasi melalui aplikasi-aplikasi jual beli. UMKM lebih cenderung mengenalkan produk di  lintas kecamatan. Itu pun masih menggunakan cara manual.

Bacaan Lainnya

“Kami sedang melakukan pengenalan, tapi memang pengenalan ini kadang tidak menyentuh ke pelaku usaha di daerah lainnya,” paparnya, Rabu (17/11/2021).

Lelaki yang kerap disapa Yayat ini memaparkan, langkah yang diambil saat ini akan memfokuskan pengenalan pemasaran digitalisasi agar bisa menyentuh produk lokal di daerah pedesaan yang jauh dengan perkotaan Bangkalan. Pihaknya siap memfasilitasi pemasaran dengan digitalisasi tersebut secara murah.

“Yang terdata ada tiga ribu UMKM yang sudah ada di Diskop UM. Tapi belum semua melakukan pemasaran melalui digitalisasi. Hanya sebagai kecil, apalagi UMKM yang masih kecil ini belum menerapkan itu,” jelasnya.

Untuk memaksimalkan itu, Yayat menambahkan, pihaknya telah menggandeng aplikasi-aplikasi sistem jual beli dengan menggunakan digitalisasi. Dia berharap, pelaku usaha yang ada di pedesaan bisa menggunakan itu. Meski diakuinya, banyak pelaku usaha yang ada di desa masih awam dengan pola sistem pemasaran digitalisasi.

Terpisah, Ketua Komisi B Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bangkalan Rokib menyampaikan, produk lokal ini harus dikembangkan dan dimajukan. Pihaknya menekankan dinas terkait untuk membuat terobosan baru di saat wabah Covid-19, sehingga  pelaku usaha tidak semakin terpuruk.

“Pemerintah harus membantu kemudahan dan memfasilitasi dalam proses perizinan UMKM seperti pangan industri rumah tangga,” tutupnya.

 

Reporter: Fain Nadofatul M

Redaktur: Mohammad Khairul Umam

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *