oleh

Pembaharuan RTRW di Kabupaten Sampang Tak Kunjung Rampung

Kabarmadura.id/Sampang-Kendati sudah dimulai sejak tahun 2018 silam, proses revisi atau pembaharuan rencana tata ruang wilayah (RTRW) Kabupaten Sampang hingga kini tidak kunjung selesai. Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappelitbangda) Sampang, berdalih butuh waktu panjang untuk merampungkan hal itu.

Padahal, pembaharuan RTRW merupakan salah satu hal penting yang bertujuan untuk menyedikan ruang baru, serta untuk melakukan sinkronisasi dengan potensi alam yang dapat dikembangkan di wilayah Kota Bahari.

Kepala Bidang (Kabid) Prasarana Wilayah dan Tata Ruang Bappelitbangda Sampang Abdul Rachman berkelit, lambatnya proses pembaharuan RTRW lantaran pihaknya masih harus berkoordinsi dengan berbagai pihak. Penetapan RTRW berkaiatan dengan pemanfaatan ruang yang ada, semisal akan dijadikan kawasan industri, pariwisata, pertanian dan semacamnya.

Kata dia, saat ini progres revisi RTRW tersebut sudah pada tahap pengajuan rekomendasi kepada Gubenur Provinsi Jawa Timur (Jatim). Namun sebelum masuk pada tahapan itu, pihaknya masih harus melakukan koordinasi dengan Tim Koordinasi Penataan Ruang daerah (TKPRD) Prov Jatim.

“Semua persyaratannya sudah lengkap, tinggal nunggu jadwal dari provinsi untuk dilaksanakan rapat di TKPRD, setelah itu tinggal meminta rekomendasi persetujuan substansi dari gubenur,” ucap Rachman saat dikonfirmasi Kabar Madura, Rabu (8/7/2020).

Dia menguraikan, hasil evaluasi antaraPemkab Sampang terkaitsusunan naskah akademik, membuat peta dan evaluasi serta konsultasi dengan Dinas Ciptakarya Pemprov Jatim pada  Oktober 2019 lalu,dinyatakan sesuai. Oleh karena itu, pihaknya  tinggal melanjutkan pembaharuan RTRW pada tahapan selanjutnya.

“Jika sudah mendapat rekomendasi dari Gubenur, maka berkas RTRW ini tinggal dibawa ke Kementerain ATR untuk mendapatkan persetujuan substansi dari kementerian terkait, baru setelah itu bisa dimasukkan ke DPRD Sampang untuk di propemperdakan,” urainya.

Sambung Rachman, revisi RTRW itu dilakukan karena adanya kebijakan baru, seperti pengembangan pariwisata, industri di sejumlah wilayah di Sampang. Maka ketersedian ruang yang semula tidak tercover dalam RTRW yang ada, harus dimasukan atau dilakukan perubahan penataan ruang sesuai kebutuhan.

Adapun masa berlaku RTRW yakni selama 20 tahun disesuaikan dengan perkembangan kebutuhan ruang di suatu wilayah, dengan harapan tidak menghambat dan kebutuhan ruang dalam program pembangunan dapat terpenuhi.

“Untuk pembaharuan RTRW ini memang prosesnya lama, terlebih tahun ini ada wabah Covid-19, kemungkinan baru bisa rampung pada tahun 2021 mendatang, kalau tahun ini yang jelas belum bisa, karena masih banyak tahapannya,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua DPRD Sampang Fadol berharap, adanya revisi RTRW dapat mengsinkronkam ketersedian ruang baru dengan potensi alam di wilayah Kabupaten Sampang yang bisa dikembangakan sesuai potensi yang ada. Dia mengingatkan agar pemetaan dan proses revisi RTRW dilakukan dengan baik dan benar sesuai ketentuan yang berlaku.

“Kami harap revisi RTRW ini bisa segera selesai dan dimasukkan ke DPRD, sehingga ada sinkronisasi ketersedian ruang di Sampang,”singkatnya. (sub/pin)

 

Komentar

News Feed