Pembahasan APBD Sumenep Memasuki Tahap Evaluasi OPD

  • Whatsapp
(FOTO: KM/IMAM MAHDI) SEMANGAT: Seluruh anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumenep sedang disibukkan dengan pembahasan APBD 2021.

KABARMADURA.ID, SUMENEP – Dewan Perwkilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumenep terus melanjutkan pembahasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2021. Saat ini sedang dalam tahap mengevaluasi organisasi perangkat daerah (OPD)

Ketua DPRD Sumenep Abdul Hamid Ali Munir mengatakan, saat ini pihaknya tengah mengevaluasi dan membedah anggaran Yakni, Dinas Pendidikan (Disdik), Dinas Kesehatan (Dinkes), serta Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. H. Moh. Anwar Sumenepdan OPD lainnya.

Bacaan Lainnya

Dia mencontohkan, pelayanan di RSUD Moh. Anwarharus lebih maksimal, serta tidak ada lagi ceritanya bayi tertukar dan lainnya. Kemudian, adanya lab di RSUD juga tidak maksimal. Sebab, masih ada yang menginstruksikan lab ke luar rumah sakit.

“APBD 2021 akan dilakukan pembahasan serius agar antara pengajuan dengan anggaran yang ada tidak disia-siakan nantinya,” katanya, Selasa (24/11/2020).

Selain itu, evaluasi akan dilakukan terkait PJU di desa-desa yang jarang dipelihara, serta OPD lainnya yang saat ini akan terus berlanjut mengenai kegiatan selanjutnya.Dengan demikian, anggaran yang diajukan tidak sia-sia.

“Terus kami lakukan dan dirapatkan bersama OPD dan DPRD lainnya,” paparnya.

Dia berjanji akan segera menyelesaikan evaluasi disemua OPD. Dengan demikian, kesalahan sebelumnya dapat diperbaiki ditahun 2021.

“Pembahasan penting akan terus dilakukan,” tukasnya.

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Sumenep Indra Wahyudi mengatakan, proses pembahasan APBD 2021 masih berjalan, saat ini menjadi agenda forum Badan Anggaran (Banggar) DPRD dengan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Pemkab Sumenep.

Hal tersebut tertuang dalam PP Nomor 50Tahun 2018, bahwa semua keputusan anggaran tersebut dibahas antara Banggar dan TAPD. Hingga berita ini diturunkan, ada 3 OPD yang terbahas dan akan dievaluasi.

“Seluruh OPD saat ini dipanggil untuk dilakukan pembahasan ataupun evaluasi,” ujarnya.

“Sementara masing-masing OPD dikasih waktu 1 jam. Jika pembahasan di OPD sangat penting, maka akan ditambah dan akan dirapatkan atau didiskusikan lebih lanjut,” paparIndra melanjutkan.

Menurutnya, pembahasan yang paling menjadi atensi penting, yakni mengenai bayi yang sempat tertukar. Hal tersebut menjadi atensi khusus dari Banggar terhadap bupati dan khususnya pada RSUD Moh. Anwar.

“Pembahasan penting akan terus dilakukan,” tukasnya.

Indra menambahkan, waktu pembahasan sudah diamanahkan oleh Badan Musyawarah (Bamus) DPRD Sumenep selama kurang lebih dua pekan.

“Ya mudah-mudahan kami maksimal ya, tentunya akan dipercepatan yang diimbangi dengan pembahasan yang matang. Artinya, kerja OPD selama ini betul-betul terevaluasi dengan baik” ujarnya.

Politisi Partai Demokrat itu mengharapkan, menjelang akhir tahun, ABPD perubahan dapat terserap secara maksimal.

“Semoga masing-masing OPD dapat mempercepat penyerapan anggaran tahun 2020,” pungkasnya. (imd/waw)

 

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *