oleh

Pembahasan Perubahan Tatib DPRD Bangkalan Berakhir Musyawarah Sepakat

Kabarmadura.id/Bangkalan-Pembahasan perubahan tata tertib (tatib) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bangkalan sudah ada titik terang. Panitia khusus (pansus) perubahan tatib DPRD Bangkalan telah memutuskan dengan sebagian kemitraan dikembalikan kepada posisi semula. Kendati sebelumnya pembahasan tersebut sempat memanas dan alot namun berakhir dengan musyawarah sepakat.

Ketua Pansus Tatib DPRD Bangkalan Suyitno menyampaikan, sebelum pembahasan kemitraan. Pihaknya juga tengah membahas jumlah pansus sesuai Peraturan Pemerintah nomor 12 tahun 2018 tentang Jumlah Anggota Pansus. Selain itu, pembahasan pada penyesuaian-penyesuaian seperti pasal 90 dan dan 94 pada PP nomor 12 tahun 2018.

“Pembahasan lainnya selain kemitraan seperti badan musyawarah (bamus) yang dipermasalahkan sudah kami tegaskan dan selesaikan biar tidak dijadikan polemik,” jelasnya.

Terkait pembahasan kemitraan, Suyitno menyampaikan, dalam hasil pembahasan itu akan menambah pasal 94 terkait kemitraan dengan memperjelas posisi bagian perekonomian, bagian pengadaan barang dan jasa serta bagian kesejahteraan masyarakat (kesra).

“Kabag perekonomian ke B, Kabag ULP ke C dan Kabag Kesra ke D. Intinya dikembalikan sesuai kemitraan semula,” jelasnya.

Selain itu juga, dia sudah memperjelas pasal 90 terkait tugas bamus agar tidak ada tafsir ganda. Begitu pula dengan penambahan ayat U pasal 111 agar tidak ada tafsir ganda juga dalam pembentukan bamus. Sehingga, dengan ditegaskannya kembali pasal itu tidak menjadikan polemik antara anggota legislatif.

“Tapi untuk Dinas Perhubungan, BPN serta Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Bangkalan tetap di Komisi A,” ungkapnya.

Hasil tersebut katanya, tidak sampai melalui voting. Sebab, anggota dewan lainnya sepakat melalui musyawarah. Kendati tetap dan tidak ada perubahan pada kemitraan, masih menurut Suyitno, ada salah satu anggota yang memberikan catatan. Namun, sebagian besar anggota pansus lainnya menerima.

“Dengan kesepakatan bersama, tidak ada voting. Iya intinya happy ending,” tandasnya.(ina/mam)

Komentar

News Feed