oleh

Pembahasan Ripparkab Menunggu Rampungnya Raperda RTRW

KABARMADURA.ID, PAMEKASAN  – Kabupaten Pamekasan, hingga saat ini belum memiliki rencana induk pembangunan kepariwisataan kabupaten (Ripparkab). Bahkan, hingga saat ini Ripparkab belum dibahas. Hal tersebut diungkapkan, Anggota Komisi IV DPRD Pamekasan, Wardatus Sarifah, Rabu (3/3/2021).

“Belum dibahas, karena kami belum membentuk pansus (panitia khusus),” ujarnya.

Wanita yang juga menjabat sebagai anggota badan pembentukan peraturan daerah (Bapemperda) DPRD Pamekasan itu menjelaskan, pembahasan Ripparkab perlu menunggu rampungnya pembahasan perda rencana tata ruang wilayah (RTRW). Sedangkan, raperda  RTRW masih akan dimasukkan ke dalam perubahan program pembentukan peraturan daerah (Propemperda) tahun 2021.

“Jadi nanti pembahasannya, akan berbarengan dengan pembahasan raperda tentang RTRW,” jelasnya.

Sementara itu, Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Pamekasan, Masrukin mengatakan perda tentang RTRW tidak boleh berdiri sendiri, melainkan harus terintegrasi dengan empat kabupaten di Madura, yaitu Bangkalan, Sampang, Pamekasan dan Sumenep.

Dia menyebutkan, perda tersebut difasilitasi oleh Badan Pengembangan Wilayah Surabaya-Madura (BPWS). Menurutnya, sebagian kabupaten di Madura seperti Bangkalan dan Sampang sudah memiliki Ripparkab. Sedangkan, hingga saat ini Pamekasan masih dalam proses.

“Kami ini, masih proses di Bappeda (Badan Perencanaan Pembangunan Daerah) mengenai kawasannya,” responnya.

Kendati begitu, Sekretaris DPRD Pamekasan itu mengungkapkan, spirit dari Ripparkab yakni untuk mengembangkan dan memajukan pariwisata di Madura. Menurutnya, sektor wisata banyak membantu perekonomian masing-masing daerah di Madura. “Di wisata itu, kan yang dituju sektor ekonomi rakyatnya,” tukasnya. (ali/ito)

 

 

Komentar

News Feed