Pembangunan Gedung Baru DPRD Bangkala Retak, Komisi C Desak Perbaiki

  • Whatsapp
(FOTO: KM/FA'IN NADOFATUL M) RETAK: Tangga sebelah timur gedung baru DPRD Bangkalan mengalami kerusakan. Kondisi itu membuat Komisi C mendesak agar segera diperbaiki.

KABARMADURA.ID, BANGKALAN  – Gedung baru Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bangkalan belum genap satu tahun. Meski gedung tersebut belum ditempati oleh para anggota legislatif. Namun, beberapa titik bagian bangunan mengalami kerusakan, bahkan sebagian gedung banyak yang retak.

Kepala Bidang (Kabid) Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPRKP) Bangkalan Nur Taufik, mengakui adanya sejumlah bangunan mengalami kerusakan dan keretakan. Kata dia, penyebab keretakan pada dasar bangunan senilai Rp45 miliar itu karena adanya pergeseran tanah.

Bacaan Lainnya

“Ibaratnya hanya aksesorisnya saja, seperti tangga ini, itu akibat penurunan urukan,” jelasnya.

Dia menjelaskan, keretakan itu hanya di tangga dan bukan pada gedung utamanya. Dimana tangga tersebut terpisah pada gedung utama DPRD Bangkalan. Tangga tersebut bukan  merupakan pintu masuk. Keretakan hanya terjadi di tangga tidak sampai pada tembok.

“Karena urukannya ini belum setel, kalau gedung utamanya insya Allah aman,” terangnya.

Sementara itu, mendengar laporan tersebut, Anggota Komisi C DPRD Bangkalan Musawwir selaku mitra DPRKP menyampaikan, akan memantau langsung kerusakan gedung tersebut. Juga pihaknya ingin meninjau seberapa besar kerusakannya dan hasil pembangunan lanjutan tahun 2020 ini.

“Kerusakan inikan pembangunan yang dilakukan oleh kontraktor lama Gala Karya dan sudah selesai tahap pemeliharaannya. Jadi mau tidak mau pemkab yang bertanggung jawab memperbaikinya,” ujarnya.

Dia memprediksi, keretakan itu akibat pergeseran tanah. Hal tersebut telah diprediksi sejak bangunan tersebut mulai digarap. Sebab, sebelum diuruk, tanah basahnya harus dibuang terlebih dahulu.

“Alasannya kan waktu itu kontraktor ngotot ada penyangganya yang kuat. Tinggal bagaimana nanti ke depan pemkab seperti apa,” tuturnya.

Dia berharap, hal ini bisa menjadi pembelajaran bagi pihak eksekutif. Apakah ada kelalaian dari pihak ketiga atau dari dinas terkait, Musawwir menilai, kerusakan sejumlah titik bangunan karena kurang adanya kehati-hatian dari perencanaan awal. Dia mewanti-wanti agar setiap bangunan perencanaan awal benar-benar dilaksanakan sebaik mungkin, tidak asal-asalan.

“Komisi C hanya meminta ketika bangunan itu di tempati, gedung itu harus diperbaiki bagaimanapun caranya,” tandasnya. (ina/mam)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *