Pembangunan Gedung DPRD Diklaim Sesuai Prosedur

  • Whatsapp
KM/FA'IN NADOFATUL M. BERLANJUT: Meski dinilai tidak sesuai prosedur pembangunan gedung DPRD Bangkalan tetap dilanjutkan.

Kabarmadura.id/Bangkalan-Pembangunan gedung DPRD Bangkalan yang mendapat sorotan dari legislator diklaim sudah dikerjakan sesuai prosedur yang ada. Rekanan pemenang tender pembangunan gedung itu,  yakni PT Gala Karya mengklaim pembangunan gedung itu dilakukan secara professional sesuai dengan Rancangan Anggaran Belanja (RAB).

Hal tersebut diungkapkan oleh perwakilan dari PT Gala Karya Norman. Dirinya mengatakan, pembangunan gedung dewan ini dilakukan sesuai kontrak yang diberikan oleh owner, sehingga dirinya menampik semua tudingan tentang pembangunan yang tidak prosedur.

Lebih lanjut pihaknya mengatakan, proyek pembangunan gedung DPRD senilai Rp45,2 miliar tersebut, dikerjakan sesuai dengan isi kontrak yang telah dilakukan dengan owner. Pihaknya menjelaskan, jika pembangunan dinilai diluar perencanaan tidaklah benar. Sebab, menurutnya sudah sesuai dengan perencanaan yang tertuang dalam kontrak.

“Kita ini hanya sebagai eksekutor, semua perencanaan kita lakukan sesuai dengan isi kontrak dengan owner,” jelasnya. Rabu (10/7).

Sementara itu, Kepala Bidang (Kabid) Tata Bangunan dan Gedung Nur Taufiq Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPRKP) Bangkalan mengatakan, pembangunan gedung dewan tersebut telah sesuai dengan RAB yang ada.

Dirinya mengungkapkan, penyedia telah melakukan pembangunan sesuai tahapan-tahapannya. DPRKP Bangkalan selaku owner dari pembangunan gedung dewan itu mengatakan, sebelum memulai pembangunan, pihaknya sudah melakukan kondultasi dengan konsultan tanah, hasilnya, tanah lokasi pembangunan gedung DPRD itu, tidaklah harus dikeruk lebih dulu.

“Pembangunannya sudah sesuai dengan RAB, sudah sesuai dengan perencanaan, sudah sesuai floating floor, kayak rumah panggung gitu mbak,” paparnya.

Nur Taufiq sendiri memastikan, pembangunan ini akan berakhir pada bulan Desember 2019 mendatang. Dirinya meyakini, rekanan yang menggarap pembangunan itu, mampu menyelesaikan dalam kurun waktu 6 bulan sesuai target. Untuk itu, dirinya meminta agar anggota legislatif tidak perlu merasa khawatir dengan pembangunan gedung tersebut.

“Tidak perlu khawatir, saya yakin mereka sudah mengerjakan sesuai dengan perencanaan dan optimis selesai bulan Desember. Kalau Desember belum selesai tentunya akan ada konsekuensi seperti denda,” tandasnya. (ina/pin)

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *