Pembangunan Gedung KIHT di Sumenep Masih Sebatas Kerangka

  • Whatsapp
(FOTO: KM/IST) PRODUKSI: Saat mobil pengepul mengantri di depan gudang di Kecamatan Guluk-Guluk.

KABARMADURA.ID, SUMENEP -Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep akan membangun gedung untuk kawasan industri hasil tembakau (KIHT). Sementara anggarannya Rp10 miliar bersumber dari dana bagi hasil cukai hasil tembakau (DBHCHT) 2021. Namun, berhubung anggaran dinilai kurang maka tahun ini ditargetkan sampai kerangka pembangunan saja.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sumenep Agus Dwi Saputra menjelaskan, gedung KIHT sudah ditetapkan bakal dibangun di Kecamatan Guluk-Guluk, namun target perencanaan tidak sampai bisa difungsikan tahun ini.

Bacaan Lainnya

“Proyeksinya pembangunan fisik, butuh sekitar 2 hektar,  sesuai pengkajian tidak perlu pembebasan lahan, karena sudah ada, yakni tanah kas desa. Saat ini rencana pembangunan itu, prosesnya beberapa tahapan sudah berjalan,” katanya, Selasa (31/8/2021).

Dikatakannya, perencanaan pembangunan mulai dari tahap studi kelayakan (feasibility study). Studi kelayakan berupa penelitian tentang layak tidaknya suatu proyek atau kawasan dibangun dan bisa mencapai tingkat keberhasilan atau tidak.

Di dalam studi kelayakan ini akan ditinjau setidaknya tiga aspek atau target urgen yang harus tercapai. Mulai kadar manfaat ekonomis proyek tersebut, manfaat proyek itu bagi pembangunan negara atau disebut manfaat terhadap pertumbuhan ekonomi nasional, terakhir manfaat atau timbal balik pembangunan KIHT bagi lingkungan sekitar.

“Ternyata tim konsultan sudah memberikan keputusan di Guluk-Guluk lah yang akan dibangun, tempat lain kurang, nilainya kecil” terang Agus.

Dari studi kelayakan itu, lanjut pria yang akrab disapa Agus itu, menunjukkan hasil positif,. Sebab, syaratnya perencanaan pembangunan ini juga masih perlu masterplan dan detail engineering design (DED). Setelah itu, masih akan dilakukan kajian lingkungan.

“Dan semuanya sudah mantap, tinggal menuju proses lelang pekerjaannya,” tegasnya.

Dia melanjutkan, jika pembangunan tidak selesai tahun ini, akan dilanjutkan tahun berikutnya. KIHT ini akan berbentuk kawasan khusus. Usaha-usaha rokok lokal akan disatukan di tempat itu sebagaimana salah satu tujuan adanya bantuan tersebut untuk memberantas produksi rokok ilegal. (ara/mam)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *