Pembangunan IKM di Bangkalan Tak Produktif

  • Whatsapp
(FOTO: KM/HELMI YAHYA) SEPI: Seseorang saat berada di sekitar pintu masuk IKM di Desa Baengas, Kecamatan, Labang, Bangkalan.

KABARMADURA.ID, BANGKALAN, LABANG- Pembangunan Gedung Sentra Industri Kecil Menengah (IKM) di Desa Baengas, Kecamatan Labang Bangkalan belum ideal. Hal tersebut memicu belum adanya kegiatan di lahan pembangunan yang menelan kurang lebih Rp4 miliar.

Pada tahun 2017 IKM mendapatkan bantuan pembangunan dari Kementerian Keuangan sekitar Rp3 miliar dan selesai di pembangunan gedung produksi, sedangkan di tahun 2020 IKM kembali digelontoran dana Rp1 miliar untuk membangun kios.

Bacaan Lainnya

Kepala Bidang Industri Non Agro Dinas Perindustrian dan Ketenagakerjaan (Disperinaker) Bangkalan Qori Yuni Astuti melalui Kasi Industri Logam Ahsan menuturkan, bahwa kebutuhan pembangunan di Sentra IKM masih jauh dari perencanaan. Sehingga belum bisa beroperasional dengan baik. ”IKM masih membutuhkan beberapa gedung lagi agar bisa segera beroperasi, sebab disana masih hanya ada gedung produksi dan kios saja,” sebutnya.

Pengerjaan pembangunan pada tahun 2020 lalu juga masih belum bisa dimanfaatkan secara maksimal. Sebab hanya bisa menampung sekitar sepuluh UMKM. Padahal rencananya gedung tersebut bisa menampung UMKM dari 18 Kecamatan di Bangkalan. ”Kami ingin Sentra IKM itu lebih ideal, sehingga dapat menampung segala jenis UMKM, sehingga sesuai dengan namanya,” ulasnya.

Ahsan membenarkan di awal tahun baru sempat ada peresmian di IKM tersebut. Dengan bekerjasama dengan PKK dan Dewan Kreatifitas Daerah (Dekranasda). Sehingga kemudian kerjasama tersebut menghasilkan adanya taman budaya. Untuk lebih membuat pengunjung tertarik. Tapi tetap saja belum bisa berjalan dengan maksimal.

”Selain itu, masa pandemi juga membuat beberapa UMKM tidak melakukan produksi, sehingga tidak bisa menempati IKM,” Paparnya.

Salah satu pemilik UMKM Saniyah, merasa adanya Sentra IKM tidak bisa menguntungkan para pengusaha kecil. Dirinya yang menekuni usaha produk dari bahan dasar salak mengaku tidak mendapatkan untung yang banyak saat mencoba berjualan di IKM.

”Kemarin saat menjelang peresmian saya disana beberapa hari, tapi kemudian memutuskan pulang karena tidak mendapatkan keuntungan banyak,” tuturnya.

Saniyah menyampaikan, lahan yang ada di IKM sangat luas. Sedangkan bangunannya masih sedikit. Selain itu area di IKM dinilai gersang dan panas. Sehingga kesulitan membuat pengunjung betah berlama-lama di tempat tersebut.

”Lahan parkirnya saja jauh, dan masih belum ada peminatnya, sehingga belum ada yang mau berhenti dan berlama lama di sana,” pungkas perempuan 37 tahun itu. (km59/mam)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *