Pembangunan Pabrik Gula di Madura Kembali Diwacanakan

  • Whatsapp
TEBU MADURA: Lama tidak muncul, bahkan sempat digagalkan, wacana membangun pabrik gula di Madura kembali diwacanakan Bupati Pamekasan Baddrut Tamam.

Kabarmadura.id/PAMEKASAN-Wacana pembangunan Pabrik Gula (PG) di wilayah Kabupaten Pamekasan kembali mencuat. Jika sebelumnya, bangunan PG direncanakan di wilayah pantai utara (pantura) Pamekasan. kali ini lokasi PG akan dibangun di wilayah selatan.

Salah satu dasarnya, keberadaan PG kurang strategis jika dibangun di  wilayah utara. Hanya saja, untuk merealiasikan pembangunan tersebut masih butuh jangka waktu panjang. Sebab, anggaran dari daerah melalui APBD cukup minim. Sehingga perlu memancing minat investor untuk pembangunannya.

“Misalnya investor bersedia membangun PG di Pamekasan, daerah yang kami siapkan adalah di Kecamatan Proppo dan Kecamatan Tlanakan dengan luas areal lahan total mencapai 300 hektare. Secara geografis cukup strategis,” ujar Bupati Pamekasan, Badrut Tamam, Senin (16/9).

Saat ini, pihaknya berupaya mengajak kalangan investor berinvestasi mengembangkan tanaman tebu dan PG di Pulau Madura. Sebab jenis tanaman memiliki nilai ekonomis yang menjanjikan bagi kalangan masyarakat

“Berdasarkan pemetaan yang dilakukan di empat kabupaten yakni Sumenep, Pamekasan, Sampang dan Bangkalan, luas areal lahan yang potensial untuk ditanami tebu mencapai 120 hektare,” paparnya.

Menurutnya, perkiraan produksi dari luas areal tersebut sekitar 6.600.000 ton atau bisa menghasilkan gula sekitar 495.000 ton. Perkiraan jumlah produksi gula tersebut bisa memenuhi sekitar 24,75 persen dari kebutuhan gula nasional.

“Sesuai data dari pemerintah pusat, kebutuhan gula nasional mencapai 5.700.000 ton, sedangkan produksi nasional gula pada 2018 sebanyak 2.174.400 ton. Jika mengacu pasa data ini, maka Indonesia masih kekurangan produksi gula sekitar 3,6 juta ton,” jelasnya.

Untuk memenuhi kekurangan itu, kata Badrut pemerintah pusat terpaksa melakukan impor gula sebanyak 2,6 juta ton. Sehingga kekurangan 1 juta ton sisanya terpenuhi dengan stok impor tahun sebelumnya.

“Jika di Madura ini tanaman tebu dikembangkan maka akan mampu memenuhi kebutuhan nasional gula di negeri ini. Hanya saja, yang menjadi kendala selama ini untuk mengembangkan tebu di Madura masih menemui kendala,”katanya.

Salah satu kendalanya belum ada kepastian pasar pasokan tanaman tebu hasil panen warga. Bahkan di Madura belum ada PG. Mayoritas masyarakat di empat Kabupaten menanam tebu hanya sebagai pekerja di PTPN X.

“Insyallah kalangan investor bakal untung apabila  berinvestasi tanaman tebu di Madura,” tukasnya. (ito/waw)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *