oleh

Pembangunan Pasar Pakong Terhalang Anggaran

Kabarmadura.id/PAMEKASAN – Pasca dibangun kembali setelah sebelumnya terbakar, pedagang pasar tradisional Pakong belum bisa menikmati fasilitas kios dan bangunan pasar yang sudah selesai dibangun beberapa tahun lalu.

Alasannya, jumlah kios tempat jualan belum seimbang dengan jumlah pedagang yang terdaftar, sementara untuk melakukan pembangunan, pemerintah kabupaten tidak memiliki anggaran yang cukup.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Pamekasan Bambang Edy Suprapto mengatakan, berbagai upaya telah dilakukan agar bangunan pasar lantai dua itu, bisa segera dimanfaatkan oleh pedagang untuk berjualan.

Namun demikian, pihaknya mengaku tidak mau mengambil resiko dengan menyerahkan kios kepada para pedagang. Sebab, sampai saat ini, masih terdapat kekurangan kios harus dibangun oleh pemerintah, agar seluruh pedagang yang terdata bisa mendapatkan kios untuk jualan.

“Anggaran kita terbatas, memang idealnya kekurangan di pasar Pakong dibangun pada tahun ini, namun apalah daya tangan tak sampai,” katanya Kamis (2/5)

Dijelaskan Bambang, pada akhir tahun 2018, pihaknya telah melakukan penambahan kios sebanyak 39 unit. Sehingga total unit kios yang sudah terbangun sampai saat ini sebanyak 429. Sementara kebutuhan kios sesuai dengan jumlah pedagang sebanyak 693 unit. Dengan demikian, masih terdapat kekurangan bangunan kios  sebanyak 264 unit.

Bambang meminta agar para pedagang bersabar. Sebab, pihaknya tidak bisa mengalokasikan seluruh anggaran yang ada pada satu pasar saja. Masih ada tiga pasar, yakni Pasar Palengaan, Pasar Proppo dan Pasar 17 Agustus yang juga menjadi prioritas pembangunan, untuk menunjang pertumbuhan ekonomi masyarakat.

“Kondisi itu (kekurangan kios, red) kami paksakan segera diploting, sedangkan sisanya akan kita tempatkan sementara di lokasi lahan pasar yang sudah kita beli,”  terangnya.

Ketua Komisi  II DPRD Pamekasan Apik meminta, agar dinas terkait tidak hanya focus membangun satu pasar saja. Setiap pasar yang memiliki potensi untuk membangun perekonomian masyarakat harus dioptimalkan. Sebab pasar yang mau dibangun tahun ini juga penting diprioritaskan sebagai penunjang Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Apik juga meminta para pedagang di Pasar Pakong harus bersada untuk mendapatkan jatah kios. Keterbatasan anggaran menjadi salah satu kendala pemerintah untuk menyelesaikan pembangunan Pasar Pakong tahun ini.

“Pembangunan pasar pakong tahap selanjutnya gagal. Tidak bisa dilaksanakan pada akhir tahun ini, sebab terkendala anggaran,” pungkasnya. (km45/pin)

Komentar

News Feed