oleh

Pembangunan PENS Diperpanjang 10 Hari, Denda Berlaku Jika Dilabrak Lagi

Kabarmadura.id/Sumenep-Pembangunan Gedung Politeknik Elektro Negeri Surabaya( PENS) Sumenep seharusnya sudah selesai pada Kamis (17/7/2020). Namun karena kesalahan kontraktor, gedung PENS labrak deadline. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep melalui Dinas Perumahan Rakyat Kawasan Permukiman dan Cipta Karya (DPRKP dan CK) Sumenep memperpanjang waktu penyelesaian hingga 10 hari setelah deadline sebelumnya.

Kepala DPRKP dan CK Sumenep Moh. Jakfar mengatakan, terkait pembangunan gedung PENS, pihaknya sudah membuat kesepakatan dengan pihak rekanan. Jika dalam 10 hari tidak dapat menyelesaikan dari target yang ditentukan, maka akan diberikan denda sesuai aturan yang berlaku.

“Kita akan denda setelah masa perpanjangan sepuluh hari tidak selesai,” katanya, Minggu (19/7/2020).

Sementara itu Kepala Bidang (Kabid) Penataan Bangunan dan Lingkungan Hery Gushendrawan mengatakan, denda bagi rekanan yang melabrak deadline adalah denda sebesar sepermil atau perseribu dikali kontrak kerja setiap harinya.

“Denda itu berlaku untuk rekanan yang nakal. Jika lebih satu hari maka denda bakal bertambah, mengingat waktu sudah mepet,” paparnya.

Hasil pungutan tersebut bukan lantas diambil pribadi atau dinasnya. Tetapi, nantinya uang akan masuk ke kas daerah (kasda) Kabupaten Sumenep.

Diketahui sebelumnya, memang ada kesalahan teknis ketika melakukan pengecoran. Para pemborong lupa memasang tembok dan pada saat akan memasang tembok tertutup oleh bekisting yang tidak diperkirakan sejak awal. Akibatnya, perlu dirombak ulang sehingga memakan waktu lebih untuk menyelesaikannya.

Sementara itu Sekretaris Komisi III DPRD M. Ramzi mengatakan, pengerjaan proyek yang melabrak deadline tidak sepenuhnya menyalahkan pihak rekanan. Tim pengawsan termasuk Dinas terkait juga harus bertanggung jawab. Sebab pengerjaan itu sangat fatal.

“Nantinya kami akan panggil dinas terkait agar tidak terulang lagi,”pungkasnya. (imd/pai)

 

 

 

 

 

 

Komentar

News Feed