Pembangunan RTH Bukan Tanggung Jawab DLH

  • Bagikan
TAMAN BUNGA: Salah satu ruang terbuka hijau (RTH) yang sekarang berganti nama menjadi Taman Potre Koneng

KOTA-Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sumenep mengaku tidak tahu menahu perihal pembangunan ruang terbuka hijau (RTH). Pihaknya hanya diberi tanggung jawab untuk melakukan perawatan terhadap 15 RTH yang ada di Sumenep.

Kepala DLH Sumenep melalui Kepala Bidang (Kabid) Tata Lingkungan Zaenal Arifin menjelaskan, pihaknya hanya diberi kewenangan di beberapa titik dari RTH, termasuk untuk pengembangannya hanya mentok di proses perawatan saja.

“Kami hanya diberi kebijakan untuk mengelola di antaranya Taman Adipura, Taman Pojok, Taman Bola, Taman Selamat Datang di Nambakor, Taman Selamat Datang di Kaduara, Selamat Datang Kapal Kalianget dan Taman Bunga atau Taman Potre Koneng, Utami Sumekar, dan Taman di sebelah timur Pasar Bangkal,” katanya, Selasa (16/7).

Zaenal juga menambahkan bahwa dalam pengembangan RTH pihaknya hanya diberi mandat dalam pemeliharaan saja, artinya untuk mengembangan pembangunan dan fasilitas itu diluar tanggung jawabnya. Sehingga jika ada keluhan terhadap proyek pembangunan pihaknya mengaku tidak berhak untuk ikut campur.

Selain itu yang termasuk dari tugas pemeliharan DLH adalah pengecatan pohon, juga mengontrol sarana prasarana yang berkaitan atau berada di sekitar dan menjadi bagian dari RTH tersebut.

“Kemarin ada yang komplain terkait Taman Bunga itu, kenapa terkesan kurang layak, padahal kami tidak tahu. Kami cuma ditugaskan untuk ngecat dan pemeliharaan lampu hias,” imbuhnya.

Zaenal juga menyampaikan, Tajamara merupakan salah satu RTH yang lepas dari pengelolaanya, sehingga terkait perkembangan dan tata kelolanya pihaknya sama sekali tidak dapat berbuat banyak.

“Tajamara itu belum diserahkan ke kami, tidak tahu siapa yang mengelolanya, yang pasti bukan kami,” pungkasnya. (km48/mad)

Baca juga  Hasil Produksi Garam Rakyat Meningkat Tajam
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan