oleh

Pembatik Menanti Kepastian Hak Paten Batik Ghentongan

KABARMADURA.ID, BANGKALAN-Batik khas Bangkalan dengan proses ghentongan belum memiliki hak paten. Bahkan batik tulis yang seharusnya menjadi ciri khas kota Dzikir dan Sholawat tersebut, mulai diklaim dan ditiru oleh daerah diluar Bangkalan.

Ketua Asosiasi Pembatik Bangkalan Supiatin menyampaikan bahwa upaya pemerintah untuk mengajukan hak paten atas batik tulis ghentongan yang memang merupakan milik Bamgkalan sudah dilakukan,tetapi belum ada kepastian hingga sekarang.

“Dulu sudah pernah diajukan, tapi tidak ada tindak lanjutnya sampai saat ini,” tuturnya

Perempuan pemilik salah satu toko batik di Bangkalan itu memperkirakan, sekitar lima tahun lalu proses pengajuan hak paten untuk beberapa motif sudah dilakukan. Tetapi karena terlalu lama, tidak ada proses yang jelas, akhirnya mulai bermunculan batik printing yang motifmya menirukan motif genthongan.

“Saya kira ini nantinya akan membuat rugi para pengusaha batik dan pembatik di Bangkalan,” katanya.

Pihaknya mengharapkan agar pemerintah Bangkalan lebih serius untuk menyikapi hal tersebut. Sehingga aset milik Bangkalan tidak dikuasai daerah lain.

“Saya harap ini bisa segera ditindaklanjuti, dampaknya begitu terasa bagi pembatik,” paparnya.

Sedangkan Bupati Bangkalan R Abdul Latif Amin Imron mengutarakan, hak paten batik secara nasional sudah menjadi hak milik Indonesia. Tetapi jika untuk daerah, dirinya mengaku belum mengetahui apakah sudah pernah ada pengajuan sebelumnya atau tidak.

“Nanti akan kami cek, apakah sudah ada apa belum, akan kami tindaklanjuti,” janjinya.

Menurut pria nomor satu di Bangkalan tersebut, motif batik khas Bangkalan adalah batik ghentongan. Dan menurutnya, kondisi pembatik di Bangkalan tengah baik, tapi juga terdampak penjualannya akibat wabah Covid-19.

“Ini juga akan menjadi pusat perhatian dan penanganan kami, semoga segera bisa ada kejelasan,” pungkasnya. (km59/waw)

Komentar

News Feed