Pembelajaran Daring di Sampang Belum Terpantau Maksimal

  • Whatsapp
(KM/DOKUMEN) DISAYANGKAN: Proses pemantauan pembelajaran daring oleh Disdik Sampang, terkait kebijakan merumahkan siswa untuk memutus mata rantai penyebaran virus Corona tidak maksimal.

Kabarmadura.id/Sampang-Pembelajaran dalam jejaring (daring) di Kabupaten Sampang, tampak belum maksimal. Kebijakan merumahkan anak didik guna memutus mata rantai penyebaran virus Corona, belum sepenuhnya sesuai harapan.

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Disdik Sampang Nor Alam berujar, dalam pembelajaran daring itu, guru tetap masuk kantor dan memantau para siswa. Tetapi untuk jenjang TK dan SD, memang harus dalam pantauan orang tua, pengawasannya dilakukan oleh pihak sekolah masing-masing.

“Belum terpantau maksimal karena tergolong baru. Tapi kami optimis selanjutnya pasti ada perbaikan,” tegasnya.

Untuk pengawasan dalam pembelajaran daring selama beberapa hari kedepan ini, tambahnya, merupakan kewajiban pihak sekolah. Orang tua juga harus memantau dan membimbing anak-anaknya.

Nor Alam menjelaskan, portal belajar atau laman pembelajaran daring yang disediakan oleh Kemendikbud, ada sebanyak delapan laman, meliputi Rumah Belajar, Google G Suite for Education, Kelas Pintar, Microsoft Office 365, Quipper School, Sekolah Online Ruang Guru Gratis, Gratis Belajar Online Sekolahmu, dan Zenius.

Namun, khusus siswa TK biasanya para orang tua memiliki kelompok khusus para wali murid, maka materi pembelajaran setiap harinya cukup dilihat di grup WA para orang tua siswa itu. Untuk itu, peran serta orang tua dalam membimbing anaknya harus efektif, sehingga pembelajaran online ini terealisasi maksimal.

“Selama 14 hari menjalankan pembelajaran daring ini harus efektif. Makanya kami minta kepada orang tua, agar ikut serta dan berperan aktif membimbing dan memantau anaknya, jangan malah anak diajak keluyuran ke tempat wisata dan sebagainya selama dirumahkan,” ungkapnya.

Lanjut Nor Alam, bagi orang tua siswa yang tidak memiliki Android memang menjadi masalah, namun siswa tetap belajar, karena sebelumnya guru sudah memberikan tugas atau PR kepada siswa. Maka, PR itulah yang harus dikerjakan dan menjadi bahan belajar di rumah.

Sambung dia, pada intinya kebijakan merumahkan siswa itu, tidak menghentikan belajar; jangan khawatir anak-anak tidak bisa belajar selama sekolah ditutup. Karena swakarangtina itu, sangat penting dilakukan untuk menekan laju persebaran atau penularan covid-19. Siswa bisa belajar dari rumah melalui delapan sistem belajar dering tersebut.

“Laman belajarnya sudah tersedia dan dapat diakses secara gratis. Silahkan dipilih saja, laman mana yang paling cocok dan mudah digunakan, tidak ada alasan tidak belajar. Meskipun tidak masuk sekolah, tetap wajib belajar,” pungkasnya.

Kebijakan Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Sampang merumahkan semua siswa mulai jenjang play group, SD, SMP negeri dan swasta selama kurun waktu dua pekan ke depan. Itu terhitung mulai tanggal 16-28 Maret dengan menerapkan sistem pembelajaran daring atau online di rumah masing-masing.

Kebijakan merumahkan dengan menerapkan pembelajaran daring tersebut merupakan tindaklanjut kebijakan Kemendikbud. Di samping itu, juga hasil rapat sektor pendidikan dari satuan tugas keadaan darurat penanggulangan bencana non-alam dan pecepatan penanganan covid-19 di Provinsi Jawa Timur. (sub/nam)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *