Pembelian Tembakau Pamekasan dari Gudang Lokal Lampaui Pabrikan

News74 views

KABARMADURA.ID | PAMEKASAN-Menjelang habis masa kontrak tim pengawas dan pemantau tataniaga tembakau di Pamekasan, proses jual beli tembakau oleh beberapa gudang perwakilan pabrikan ternyata belum tutup.

Sejauh ini, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan menerima laporan bahwa baru dua gudang perwakilan pabrikan yang menutup pembelian, yakni perwakilan pabrikan Grendel dan Sukun. Salah satu alasannya karena target pembeliannya sudah tercapai.

Lantaran habisnya masa kontrak tim pengawas dan pemantau itu,  Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Pamekasan Basri Yulianto menyatakan akan melakukan pengawasan dari internalnya. 

Pengawasan lanjutan itu dilakukan karena pembelian tembakau di beberapa gudang lainnya masih berlangsung. Rencananya, pengawasan internal itu akan dimulai awal pekan terakhir Oktober 2023.

“Tapi kami kan tetap melakukan pengawasan, hanya internal saja. Jadi optimalisasi tim pengawas dan tim pemantau sudah terbukti. Ketika di lapangan ada temuan, langsung kami tindak lanjuti, di 10 hari pertama buka gudang yang ada pelanggaran, setelah itu tidak ada lagi temuan,” ungkap Basri.

Baca Juga:  100 Guru Honorer Pamekasan Akan Dicabut Insentif Bulanannya

Mengenai tidak lagi dilibatkannya tim khusus pengawas dan pemantau tembakau, karena masa kontrak hanya satu bulan, yakni 30 hari selama September 2023. 

Tim tersebut dibentuk berdasarkan perintah Peraturan Daerah (Perda) Nomor 2 tahun 2022 tentang Pengusahaan Tembakau. Jumlahnya 20 orang. Mereka merupakan perwakilan dari Asosiasi Petani Tembakau Pamekasan, perwakilan tokoh masyarakat, organisasi kemasyarakatan, aktivis lembaga swadaya masyarakat (LSM) dan organisasi kepemudaan dan mahasiswa.

Di musim tembakau 2023 ini, terdapat 8 gudang perwakilan pabrikan yang membuka pembelian. Sedangkan, sedangkan untuk pembelian pribadi terdapat 15 gudang, Untuk pembelian pribadi atau nonpabrikan, terdapat 7 gudang yang menutuop pembelian.

Baca Juga:  Berdalih Urusan Pusat, Pemkab Sumenep Menyerah Perjuangkan Harga Garam

“Jadi sedari awal kami sudah menyampaikan bahwa itu semua tergantung dengan mekanisme pasar, pengajuan izin pembelian dilampiri oleh tanggal buka tutup gudang dan lainnya, nah di awal kami sudah memprediksi di Pamekasan 20 ribu ton,” paparnya, Selasa (26/9/2023).

Sepanjang September 2023 ini, jumlah serapannya sudah mencapai kurang lebih 20 ribu ton, baik dari pembelian pribadi maupun gudang perwakilan pabrikan. Untuk pembelian pribadi sudah mampu menyerap sebanyak 8.500 ton. Sedangkan untuk 11.500 ton merupakan serapan dari gudang perwakilan pabrikan.

Pewarta: Khoyrul Umam Syarif  

Redaktur: Wawan A. Husna

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *