Pembenihan Ikan Tawar Terkendala SDM

  • Whatsapp
KM/IMAM MAHDI-HARUS PROGRES: Warga dan pegawai Diskan saat di BBI Desa Teja Timur, Kabupaten Pamekasan.

Kabarmadura.id/PAMEKASAN-Balai Benih Ikan (BBI) mempunyai peran yang sangat penting dalam memenuhi kebutuhan bibit pengembangan berbagai jenis perikanan air tawar di Pamekasan. Satu unit balai benih yang dikelola itu mampu menghasilkan delapan juta ekor benih pertahun. Sayangnya, benih-benih itu bukan asli dari Madura, melainkan dari luar Pulau Garam.

Kepala Seksi Perbenihan Tangkap dan Budidaya Dinas Perikanan Pamekasan Fathorrohim menjelaskan, bibit ikan tawar yang dihasilkan dari Pamekasan Madura sendiri tidak ada. Sebab, sumber daya manusia (SDM) untuk membudidayakan ikan tersebut cukup minim.

“Pembenihan Ikan tawar itu banyak dari luar Madura. Kami banyak membeli dari Kabupaten Kediri, Jember, dan kabupaten/kota di Jawa lainnya,” kata Fathor, Selasa (12/03).

Ia mengatakan, benih yang diproduksi BBI meliputi jenis ikan mas, gurami, tawes, nila, bawal, patin, koi dan lele. Dalam meningkatkan produksi benih tersebut, BBI menghadapi kendala menyangkut induk dan terbatasnya pakan ternak.

Ditambahkan Fathor, berbagai upaya telah dilakukan dalam mengatasi kendala guna meningkatkan produksi benih. Itu menjadi kebutuhan mendesak petani ikan air tawar. Di antaranya diselenggarakannya pelatihan-pelatihan untuk menciptakan budidaya yang andal. Sehingga, dapat ditularkan ke pihak-pihak lainnya.

“Petani ikan air tawar dalam mengembangkan usaha membentuk kelompok sebagai upaya memudahkan pembinaan, penyaluran benih, peningkatan produksi, hingga pemasaran hasil,” paparnya.

Ketua Komisi II DPRD Pamekasan Apik menyampaikan, mengoptimalkan pembinaan terhadap petambak ikan air tawar untuk mengurangi ketergantungan ikan air tawar dari luar daerah sangat mendesak dilakukan pemerintah. Itu sangat penting seperti membentuk wadah Asosiasi Petani Ikan Air Tawar.

“Wadah itu diharapkan dapat melahirkan kekompakan dan satu persepsi,” ucap Apik.

Apik melanjutkan, penyatuan persepsi antarsesama petambak ikan sangat diharapkan. Tujuannya, agar dapat menyeragamkan harga jual ikan. Serta, menggenjot produksi untuk memenuhi kebutuhan pasar lokal.

“Selama ini kebutuhan ikan air tawar lokal masih harus ditutupi dari luar daerah seperti dari Kabupaten Kediri dan kabupaten Jember di luar Madura,” sesalnya.

Menurutnya, peluang petambak untuk menguasai pasar lokal sangat terbuka. Karena hingga saat ini, belum memiliki importir ikan air tawar.

“Saat ini di Karimun tidak punya importir ikan air tawar. Ini sangat bagus untuk melindungi petambak ikan lokal,” ucapnya.

Apik berharap wadah yang dibentuk itu menjadi sarana untuk mengetahui kebutuhan petambak dalam meningkatkan kualitas dan kuantitas produksi.

“Semoga menjadi lebih progres lagi pembibitan benih ikan di Pamekasan,” pintarnya. (km45/nam)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *