Pembentukan AKD Luput dari Target

  • Whatsapp
BELUM TERBENTUK: Rapat paripurna pembentukan AKD di DPRD pada Jumat (20/9) dibatalkan.

Kabarmadura.id/Bangkalan-Pembentukan Alat Kelengkapan Dewan (AKD) yang ditarget selesai pada Jum’at (20/9) lalu, gagal terlaksana. Hal itu disebabkan masih banyaknya anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bangkalan, yang melakukan lobi-lobi untuk pengisian kursi di komisi.

Ketua DPRD Bangkalan Mohammad Fahad mengatakan, pihaknya terpaksa melakukan penundaan pembentukan AKD tersebut. Dirinya mengatakan, akan kembali menggelar sidang pembentukan AKD pada Senin (23/9) (hari ini,red), agar AKD segera disahkan.

“Kemarin masih banyak anggota yang melakukan lobi-lobi, jadi kita tunda dulu sampai besok (hari ini, red),” katanya, Minggu (22/9).

Masih menurut Fahad (sapaan akrabnya), pembentukan AKD yang alot akibat banyaknya anggota dewan yang melakukan lobi, dinilai wajar. Menurutnya, hal tersebut merupakan bagian dinamika politik yang baru saja dimulai di periode 2019-2024.

Untuk mengatur pembagian di tiap komisi, Fahad menyampaikan, bahwa untuk pembagian masih menggunakan acuan tata tertib (tatib) dewan yang lama. Hal itu dilakukan agar AKD cepat terbentuk.

“Tatib sendiri mengatur pembagiannya, jadi jelas tatib sebagai acuannya,” ujarnya.

Fahad mengungkapkan, sebenarnya untuk nama-nama yang akan mengisi di masing-masing komisi sudah diusulkan oleh masing-masing partai. Namun, usulan dan delegasi tersebut masih belum bisa ditetapkan.

Sedangkan pembagiannya sendiri, Fahad menerangkan, yang dirumus untuk  pembagiannya dari total 46 anggota dewan dibagi empat fraksi. Jadi, seumpama di komisi A 11 anggota dikomisi B bisa 12 anggota dewan yang mengisi.

“Kalau hari ini sudah menyepakati semua, tinggal menunggu penetapan besok saja itu,” tuturnya.

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Bangkalan Hotib Marzuki mengungkapkan, penundaan penetapan AKD tersebut karena belum ada kesepakatan pembagian jumlah anggota komisi.

Menurutnya, sebelum  rapat gabungan antara pimpinan dewan dan pimpinan fraksi, sudah disepakati jumlah anggota komisi A 11 orang, Komisi B 12, Komisi C 11, dan Komisi D 12 anggota. Namun, ketika dibagi oleh fraksi dan diajukan nama-nama kemarin, komposisi tersebut tidak masuk.

“Akhirnya menganulir komposisi 11, 12, 11, dan 12. Oleh karena itu, disepakati jumlah komisi A dan B 11 anggota, sementara untuk komisi C dan D jumlahnya 12 anggota. Masing-masing komisi sudah disepakati. Nanti di hari Senin (hari ini, red) tinggal memilih Ketua Komisi, dan Ketua Badan Kehormatan (BK),” pungkasnya. (ina/pin)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *