Pembentukan FORMI di Kabupaten Bangkalan Terganjal Wadah Komunitas

  • Whatsapp
(FOTO: KM/HELMI YAHYA) FOKUS: Atlet panahan perpatri saat membidik anak panah di lapangan latihan perpatri Kampung Durinan, Kelurahan Bancaran, Kabupaten Bangkalan.

KABARMADURA.ID, BANGKALAN – Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Bangkalan belum meresmikan pembentukan federasi olahraga rekreasi masyarakat Indonesia (FORMI). Padahal, kebutuhan terbentuknya FORMI sangat penting sebagai organisasi yang dapat mengakomodir olahraga yang memiliki nilai tradisional.

Sejak rencana pembentukan dua tahun lalu, FORMI masih terus dirancang dan belum menemukan formulasi yang cocok. Salah satu pelaku permainan tradisional di Bangkalan, Muhammad bin Rahmad menyampaikan, rencana pembentukan FORMI penting, karena dapat membantu mengorganisir minat dan keinginan masyarakat yang masih antusias.

Bacaan Lainnya

“Saya sudah dengar sejak lama rencana pembentukannya, tapi sampai sekarang belum ada,” keluhnya, Senin (04/01/2021).

Menurutnya, ada beberapa permainan tradisional yang khas dan harus dilestarikan di Bangkalan. Salah satunya, pesapean. Olahraga tersebut merupakan olahraga tradisional. Sehingga, jika tidak di fasilitasi dikhawatirkan akan hilang dari minat pemuda.

”Olahraga tradisional ini, selain sehat, juga melestarikan budaya yang ada, setidaknya agar generasi muda kami lebih tau dan peduli,” paparnya.

Sementara itu, Kadispora Bangkalan Moh Saad Asjari mengaku, sudah mengupayakan pembentukan FORMI sejak lama. Tetapi, mengalami kesulitan lantaran belum menemukan komunitas yang mewadahi permainan tradisional.

”Kami sudah rencanakan sejak lama, tapi memang komunitasnya belum ada, karena memang harus ada komunitasnya,” responnya.

Sa’ad sapaan akrabnya menegaskan, pembentukan FORMI sudah dirancang, dan beberapa komunitas olahraga tradisional itu sudah dipertemukan. Seperti egrang, gobak sodor, layangan, panahan tradisional, dan lainnya. Sehingga komunitas tersebut, nantinya yang akan diakomodir dan difasilitasi melalui FORMI.

”FORMI ini, nanti juga akan mendapatkan dana operasional, yang akan digunakan untuk memberikan fasilitas pada komunitas agar lebih aktif,” ucapnya.

Bahkan, untuk pelantikannya juga sudah direncanakan. Yakni, akan dilakukan pada awal tahun ini. Saat ini, pihaknya masih koordinasi dengan FORMI dan Dispora Jatim. ”Kami akan upayakan sesegera mungkin, kalau bisa bulan ini, agar bisa segera legal dan bisa segera bergerak,” pungkasnya. (km59/ito)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *