Pembentukan TACB Bangkalan Lamban, ODCB Terabaikan

  • Whatsapp
(FOTO: KM/HELMI YAHYA) KURANG SERIUS: Tidak terbentuknya tim ahli cagar budaya (TACB) di Bangkalan, mengakibatkan puluhan objek diduga cagar budaya (ODCB) tidak terdata.

KABARMADURA.ID, BANGKALAN – Pengajuan objek diduga cagar budaya (ODCB) tahun 2021 belum tersedia.  Padahal, jumlah ODCB diperkirakan banyak. Tetapi untuk mengajukannya, pemerintah daerah membutuhkan tim ahli cagar budaya (TACB). Salah satu tugasnya, untuk melakukan kajian.

Hanya saja, tim tersebut belum kunjung terbentuk. Sebab, proses seleksi masih menunggu keputusan Kementerian Pendidikan Kebudayaan dan Ristekdikti (Kemendikbud dan Ristek). Hal ini diungkapkan Kepala Bidang (Kabid) Kebudayaan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Bangkalan Hendra Gemma Dominan, Selasa (6/7/2021).

Menurutnya, pengajuan ODCB tahun 2021 belum ada kepastian. Sebab, belum ada kepastian pembagian dananya. Meski memiliki skala pengajuan prioritas, tetapi tidak bisa diajukan tahun 2021. Sebab TACB Bangkalan belum terbentuk dan harus mendatangkan dari kabupaten lain. “Kalau mendatangkan dari luar, anggaran kami tidak cukup,” ujarnya.

Hendra menjelaskan, perekrutan pembentukan TACB sudah pernah dilakukan dan sudah ada beberapa yang mendaftar. Hanya saja, TACB harus memiliki kompeten di bidangnya. Bahkan, sesuai dengan instruksi kementerian, TACB nanti juga harus melalui tes akademik. Sehingga,mampu dan memiliki kompetensi di bidangnya.

“Kalau tidak kompeten tentu sulit nanti lolosnya. Seleksinya ini belum jelas, makanya belum kunjung terbentuk,” jelasnya.

Sementara itu, salah satu pemerhati budaya Bangkalan R Muhammad bin Rahmad menuturkan, masih banyak ODCB yang belum diketahui dan didata oleh pemerintah kabupaten. Sedikitnya, sekitar 30 ODCB yang belum masuk data. Dia menilai,  langkah yang dilakukan oleh pemkab belum serius.

“Sejak 3 tahun lalu proses pembentukan TACB tidak kunjung selesai. Sebenarnya kalau diseriusi, bisa saja itu terbentuk sejak lama, sekarang malah alasan pandemi dan kekurangan dana,” kesalnya.  (hel/ito)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *